Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi pengembangan ekonomi biru dengan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan.
Salah satu sektor unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi biru adalah budidaya rumput laut.

Anggota Komisi II DPRD NTT, Klara Motu Loi, mengatakan rumput laut merupakan komoditas unggulan yang harus dikembangkan pemerintah.
Pasalnya, NTT dengan iklim tropisnya sangat mendukung untuk dilakukannya budidaya rumput laut.
“Kita minta pemerintah perkuat ekonomi dengan potensi seperti budidaya rumput laut,” kata Klara di Kupang pada Jumad 27 Juni 2025.

Untuk mendukung pengemban budidaya rumput laut yang berkelanjutan di NTT, perlu adanya kesadaran kolektif untuk melindungi ekosistem pesisir dan laut.
Seperti, pembangunan pesisir, penangkapan ikan yang merusak, serta pariwisata yang tidak berkelanjutan berdampak langsung pada ekosistem pesisir dan laut.
“Ini sangat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut dan kesehatan terumbu karang,” kata Klara.
Pemerintah, lanjutnya perlu memperhatikan tiga ekosistem pesisir dalam pengelolaan budidaya rumput laut seperti padang lamun, mangrove, dan terumbu karang.
Oleh karena itu, pemerintah harus terus melakukan sosialisasi kepada para pembudidaya rumput laut untuk memperhatikan dan menjaga tiga ekosistem ini.
“Tiga ekosistem ini merupakan habitat vital yang saling terhubung dan mendukung kehidupan rumput laut,” tandasnya. (*)














