Menu

Mode Gelap
Sasando Motor Rote Ndao Buka Cabang di Oesapa, Solusi Tepat Service Motor Mahasiswa KKB Bank NTT Jadi Solusi Pembiayaan Kendaraan, Bantu Warga dan Pelaku Usaha Lebih Produktif Stan Sederhana, Karya Luar Biasa: Pesona SMKN 1 Waikabubak di Panggung Hardiknas Gubernur Melky Apresiasi Inovasi UPTD Tekkomdik Lahirkan Buku Peta Satuan Pendidikan Dari Tomat hingga Studio Mini, SMK Sasitamean Curi Perhatian di Pameran Hardiknas NTT Kisah Simson Polin, Dari Jualan Es Manis di Pelabuhan Pantai Baru Hingga Kursi DPRD NTT

Politik

DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD

badge-check


					Anggota Komisi V DPRD NTT, Angela Mercy Piwung. Perbesar

Anggota Komisi V DPRD NTT, Angela Mercy Piwung.

Kupang – Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,8 triliun tidak hanya bertumpu pada sektor konvensional.

DPRD NTT menilai, penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM melalui optimalisasi aset daerah dapat menjadi salah satu penggerak baru PAD. Salah satu aset yang disorot adalah Taman Budaya Gerson Poyk, yang berada di pusat Kota Kupang.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Angela Mercy Piwung, menyebut Taman Budaya Gerson Poyk memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai ruang kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Dengan konsep pengelolaan yang tepat, Taman Budaya Gerson Poyk diyakini mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung pada pendapatan daerah.

“Target PAD gubernur cukup besar. Karena itu, aset-aset daerah harus dimaksimalkan fungsinya. Taman Budaya Gerson Poyk ini bukan hanya ruang seni, tapi bisa dikembangkan sebagai pusat ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM,” ujar Angela di Kupang pada Selasa (20/1/2026)

Saat ini, Taman Budaya Gerson Poyk merupakan aset milik Pemerintah Provinsi NTT yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Namun, menurut Angela, Taman Budaya Gerson Poyk masih membutuhkan dukungan anggaran untuk pembenahan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung, seperti ruang pamer, area pertunjukan, stan UMKM, hingga fasilitas penunjang event.

Ia menegaskan, investasi anggaran pada pembenahan fasilitas akan membuka peluang penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya, festival daerah, pameran ekonomi kreatif, hingga bazar UMKM yang dapat digelar secara rutin.

“Kalau fasilitasnya memadai, kegiatan bisa berkelanjutan. UMKM bisa diberi ruang untuk berjualan, seniman bisa berkarya, dan pemerintah daerah mendapatkan pemasukan dari retribusi maupun kerja sama pemanfaatan aset,” katanya.

Menurut Angela, keberadaan Taman Budaya Gerson Poyk di pusat Kota Kupang menjadi nilai tambah tersendiri karena mudah dijangkau masyarakat dan wisatawan.

Hal ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Kupang sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di NTT.

DPRD NTT, lanjut Angela, mendukung langkah pemerintah provinsi untuk menjadikan Taman Budaya Gerson Poyk sebagai mesin PAD yang tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga pada pemberdayaan pelaku seni, budaya, dan UMKM lokal secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Usulkan Ada Payung Hukum bagi ODGJ

22 April 2026 - 04:42 WIB

PSI Setujui Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda, Tekankan Transparansi dan Target Dividen 2026

9 April 2026 - 06:52 WIB

Setujui Perseroda, PDI Perjuangan Beri Catatan Kritis untuk Transformasi Bank NTT

9 April 2026 - 06:32 WIB

Banggar DPRD NTT Desak Skema Pendanaan PPPK Segera Diputuskan

1 April 2026 - 12:13 WIB

Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga

13 Maret 2026 - 11:27 WIB

Trending di Politik