Menu

Mode Gelap
Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026 DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD  PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT Kepsek SMA Negeri 3 Kupang Bantah Tudingan Pungli dalam Proses Mutasi Siswa

Politik

Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Antonius Landi saat Reses di Sumba Timur Perbesar

Anggota DPRD NTT, Antonius Landi saat Reses di Sumba Timur

Sumba Timur – Isu rasionalisasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi perhatian utama dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan di Kabupaten Sumba Timur, Kamis (12/3).

Kegiatan yang berlangsung di sekitar Sekretariat DPC PDI Perjuangan Sumba Timur itu dihadiri ratusan warga dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, terutama kekhawatiran terkait wacana rasionalisasi sekitar 9.000 tenaga PPPK di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Anggota DPRD NTT, Antonius Landi, mengatakan bahwa persoalan PPPK merupakan isu krusial karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan publik di daerah. Tenaga PPPK selama ini berperan penting dalam sektor kesehatan, pendidikan, serta administrasi pemerintahan.

Menurutnya, wacana rasionalisasi muncul sebagai dampak penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD. Kebijakan tersebut menjadi tantangan berat bagi daerah dengan kapasitas fiskal rendah seperti NTT.

Dalam reses itu, Antonius menegaskan bahwa DPRD NTT akan memperjuangkan solusi agar kebijakan fiskal tetap memperhatikan kepastian kerja masyarakat yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Ia menyebutkan beberapa langkah yang akan didorong, antara lain meminta pemerintah pusat memberikan masa transisi atau kebijakan afirmatif bagi daerah dengan kemampuan keuangan terbatas, serta mendorong Pemerintah Provinsi NTT meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperluas ruang fiskal.

Selain itu, Sekretariat DPC PDI Perjuangan Sumba Timur juga ditegaskan sebagai rumah aspirasi bagi masyarakat, termasuk tenaga PPPK, untuk menyampaikan keluhan dan mencari solusi bersama.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa, yang sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat di daerah.

Antonius menegaskan, pihaknya akan terus mengawal isu ini di tingkat provinsi agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat.

“Kami di DPRD memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan dan anggaran daerah tetap melindungi rakyat serta menjaga keberlangsungan pelayanan publik,” ujarnya.

Reses ini menjadi ruang penting bagi warga Sumba Timur untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada wakil rakyat, sekaligus memastikan suara masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di tingkat provinsi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional

9 Juni 2026 - 02:09 WIB

PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD 

17 Mei 2026 - 16:29 WIB

DPRD NTT Usulkan Ada Payung Hukum bagi ODGJ

22 April 2026 - 04:42 WIB

PSI Setujui Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda, Tekankan Transparansi dan Target Dividen 2026

9 April 2026 - 06:52 WIB

Setujui Perseroda, PDI Perjuangan Beri Catatan Kritis untuk Transformasi Bank NTT

9 April 2026 - 06:32 WIB

Trending di Politik