Menu

Mode Gelap
Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

Kilas NTT

Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT

badge-check


					Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Perbesar

Kupang – Rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Nusa Tenggara Timur pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 disambut antusias oleh berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Rote Ndao yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PSI, Simson Polin.

Menurut Simson, kehadiran Jokowi di NTT bukan sekadar kunjungan seorang mantan kepala negara, melainkan momentum yang memiliki makna tersendiri bagi sebagian masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Jokowi dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda masyarakat, di antaranya Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari serta Karnaval Gajah di Kota Kupang.

Bagi Simson, kunjungan itu akan menjadi ajang silaturahmi antara Jokowi dan masyarakat yang selama ini merasa dekat dengan kepemimpinannya.

“Pak Jokowi seperti datang ke rumah sendiri. Kehadirannya selalu dinantikan oleh banyak masyarakat NTT karena ada hubungan emosional yang telah terbangun sejak beliau masih menjabat sebagai Presiden,” ujar Simson di Kupang, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai masyarakat NTT mengenang Jokowi melalui berbagai program pembangunan yang pernah dijalankan pemerintah pusat selama masa kepemimpinannya.

Selain pembangunan infrastruktur, perhatian terhadap wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal juga dinilai menjadi alasan mengapa sosok Jokowi masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat.

Menurut Simson, masyarakat memiliki penilaian sendiri terhadap figur seorang pemimpin. Karena itu, ia meyakini masyarakat mampu membedakan antara agenda politik dengan bentuk penghormatan kepada seorang tokoh nasional.

“Masyarakat NTT cukup dewasa dalam menilai setiap peristiwa. Mereka tahu mana kepentingan politik dan mana penghargaan kepada seorang pemimpin yang pernah memberikan perhatian kepada daerah ini,” katanya.

Ia juga menilai salah satu karakter yang membuat Jokowi tetap dikenang adalah kesederhanaannya dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Pasalnya, selama memimpin Indonesia, Jokowi dinilai kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat serta mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Bagi Simson, jejak pengabdian seorang pemimpin tidak akan hilang hanya karena masa jabatannya telah berakhir. Ia berpendapat bahwa ketulusan, kepedulian, dan kedekatan dengan rakyat merupakan nilai yang akan terus diingat oleh masyarakat.

“Seorang pemimpin bisa selesai masa jabatannya, tetapi pengabdian dan ketulusannya akan tetap hidup dalam ingatan rakyat. Itulah yang saya lihat dari sosok Pak Jokowi di mata sebagian masyarakat NTT,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT

28 Juli 2026 - 05:18 WIB

ASN Biro Ekonomi NTT Ikuti Cek Kesehatan Gratis

23 Juli 2026 - 08:52 WIB

Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026

9 Juni 2026 - 11:31 WIB

Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM

19 Mei 2026 - 02:43 WIB

PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT

15 Mei 2026 - 13:27 WIB

Trending di Kilas NTT