Menu ✖

Mode Gelap
PERKEMI NTT Gelar TC Jangka Panjang Menuju Kejuaraan Dunia dan PON Witihama Taan Tou Gelar Futsal Cup 1 Rajut Persaudaraan Diaspora Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Tawaran Bunga Tinggi dari Lembaga Keuangan Ilegal Festival Fronteira 2026 Jadi Ruang Eratkan NTT dan Timor Leste PKB NTT Perkuat Kaderisasi Lewat Coaching Instruktur RSUP Ben Mboi Buka Akses Informasi Tarif Layanan

Kilas NTT

HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG

badge-check


					HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG Perbesar

Kupang – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono mendorong hasil pertanian petani lokal di Nusa Tenggara Timur masuk dalam rantai pasok program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikannya saat berdialog dengan kelompok tani di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Rabu (16/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono melihat langsung kebun Kelompok Tani NTT Manis yang mengembangkan sejumlah komoditas, seperti melon, cabai, dan sayuran.

Menurut Sudaryono, hasil pertanian yang diproduksi petani lokal memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur MBG.

Pasalnya, keberadaan dapur MBG dapat memperluas pasar bagi hasil bagi produk pertanian sekaligus membuka peluang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Puji Tuhan, mereka sudah menanam tanaman buah-buahan seperti melon, cabai maupun sayuran yang bisa diserap oleh dapur MBG,” kata Sudaryono.

Ia mengatakan rantai pasok MBG tidak hanya berkaitan dengan penerima manfaat program, tetapi juga melibatkan petani, pemasok bahan pangan, dan tenaga kerja yang mendukung operasional dapur.

“Ini juga membuktikan bahwa tuduhan macam-macam terhadap MBG itu tidak benar, sebab kita lihat sendiri di tempat ini bahwa dapur-dapur MBG memang menyerap hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.

Sudaryono menambahkan, penyerapan produk pertanian lokal oleh dapur MBG dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan.

“Jadi ini tentu sangat menggembirakan dan menjadi salah satu bukti empiris bahwa program MBG ini memiliki manfaat yang besar bagi petani, selain penerima manfaat yakni anak sekolah atau orang yang bekerja di dapur MBG itu sendiri, plus supplier-supplier yang berasal dari masyarakat lokal,” katanya.

Selain mendorong akses pasar, Sudaryono juga menyatakan dukungan terhadap kebutuhan petani NTT berupa sarana produksi, bibit, alat dan mesin pertanian, serta sumber air.

Ia menyebut pembangunan sumur bor dan penggunaan teknologi irigasi tetes dapat membantu petani mengembangkan pertanian di tengah kondisi geografis NTT yang relatif kering.

Menurutnya, penguatan produksi dan akses pasar perlu berjalan beriringan agar potensi pertanian NTT dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTT Minta Tambahan Kuota BBM Subsidi 5 Persen

14 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Inspektorat NTT Dorong APIP Beralih dari Pemeriksa Menjadi Mitra Strategis

14 Oktober 2026 - 05:13 WIB

PA GMNI NTT Buka Posko Bantuan untuk Korban Gempa SBD

7 Oktober 2026 - 02:32 WIB

GMIT Dukung Program Pemprov NTT untuk Kesejahteraan Pekerja

6 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Simson Polin Sumbang Dua Lampu Solar Cell untuk Warga Loman

26 September 2026 - 04:10 WIB

Trending di Kilas NTT