Menu

Mode Gelap
Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

Pendidikan

Stan Sederhana, Karya Luar Biasa: Pesona SMKN 1 Waikabubak di Panggung Hardiknas

badge-check


					Stand SMK Negeri 1 Waikabubak Perbesar

Stand SMK Negeri 1 Waikabubak

Kupang – Di tengah semarak perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (2/5/2026), sebuah stan sederhana tampak tak pernah sepi pengunjung. Itulah milik SMK Negeri 1 Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Sejak pagi, ratusan pelajar dan guru mengenakan busana adat dari berbagai kabupaten mengikuti apel yang dipimpin langsung Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Nuansa budaya terasa kental. Namun, di sisi lain halaman, Gebyar SMA/SMK menjadi panggung kreativitas yang tak kalah memikat.

Stan SMKN 1 Waikabubak mungkin tak paling besar, tetapi penataannya rapi dan hangat. Para siswa menyambut setiap pengunjung dengan senyum ramah, mengenakan pakaian adat Sumba yang anggun. Sapaan mereka seolah menjadi undangan untuk singgah lebih lama.

Di atas meja, tertata belasan produk hasil karya siswa. Sarung tenun dan selendang khas Sumba dengan motif tradisional memancarkan keindahan budaya lokal. Di sudut lain, tersaji kopi Sumba Original dan minuman Rasa Jahe yang aromanya menggoda siapa saja untuk mencicipi.

Kepala sekolah, Yohana Landa, S.Pd., M.Pd.K., menjelaskan bahwa produk yang ditampilkan berasal dari lima konsentrasi keahlian: keahlian manajemen perkantoran dan layanan bisnis, keahlian akuntansi, keahlian pemasaran, keahlian Usaha Layanan Wisata dan keahlian perhotelan

“Produk unggulan kami adalah tenun karena kami memiliki sanggar tenun sendiri,” ujarnya.

Meski fokus pada bidang jasa, para siswa dibekali keterampilan kewirausahaan. Mereka tak hanya belajar teori, tetapi juga memproduksi dan memasarkan hasil karya. Sekolah bahkan berencana mengurus perizinan produk unggulan agar dapat menjangkau pasar lebih luas.

Kerja sama dengan mitra pemasaran telah dijalin, dengan sistem komisi 10 persen bagi sekolah. Langkah ini mendukung program One School One Product yang digaungkan Pemerintah Provinsi NTT.

Momentum Hardiknas ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat belajar bisa melahirkan karya luar biasa. Dari Waikabubak, para siswa menunjukkan bahwa pendidikan juga berarti merawat budaya sekaligus menumbuhkan kemandirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMKN 3 Kupang Jadi Rebutan Calon Siswa Baru

8 Juli 2026 - 12:12 WIB

Kepsek SMA Negeri 3 Kupang Bantah Tudingan Pungli dalam Proses Mutasi Siswa

12 Mei 2026 - 23:54 WIB

Gubernur Melky Apresiasi Inovasi UPTD Tekkomdik Lahirkan Buku Peta Satuan Pendidikan

2 Mei 2026 - 12:04 WIB

Dari Tomat hingga Studio Mini, SMK Sasitamean Curi Perhatian di Pameran Hardiknas NTT

2 Mei 2026 - 09:02 WIB

Eksekusi Putusan PTUN, Kadis PK NTT Kembalikan Safira ke SMKN 5 Kupang

27 April 2026 - 10:53 WIB

Trending di Pendidikan