Kupang – Di antara deretan tenda pameran yang memadati halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, satu stand tampak ramai dikunjungi. Stand itu milik SMK Negeri Sasitamean dari Kabupaten Malaka.
Aneka hasil karya siswa tersusun rapi. Mulai dari produk pertanian segar, olahan pangan, hingga studio mini yang langsung dioperasikan para siswa. Perpaduan kreativitas dan keterampilan vokasi terasa hidup di sana.

Kepala Sekolah SMK Negeri Sasitamean, Siprianus Kehi Mau, S.Ag, menjelaskan sekolahnya menampilkan lima kompetensi keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Ruminansia, Desain Komunikasi Visual, serta Teknik Sepeda Motor.
Dari semua jurusan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura menjadi program unggulan. Saat ini, para siswa tengah bersiap menyambut panen 1.500 tanaman tomat dan 1.500 tanaman cabai.
Sementara itu, budidaya ayam petelur ditargetkan mulai berproduksi pada Juni mendatang.
Tak hanya memamerkan hasil panen, siswa juga mengolah produk menjadi manisan tomat, telur asin, aneka keripik . Semua itu merupakan bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang diterapkan di sekolah.
“Ini bagian dari pendidikan vokasi yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik langsung hingga produk siap jual,” ujar Siprianus di Kupang, Sabtu, 2 Mei 2026.
Di sudut lain stand, siswa jurusan Desain Komunikasi Visual menampilkan studio mini. Pengunjung dapat melihat langsung proses produksi konten kreatif yang dikerjakan siswa.
Kreativitas mereka menjadi bukti bahwa sekolah vokasi di daerah pun mampu bersaing dalam bidang industri kreatif.
Sekolah ini juga mengembangkan tanaman hortikultura dengan penggunaan pupuk organik, eko enzim yang dihasilkan dari fermentasi buah dan sayur.
Bahkan, sebelumnya SMK Sasitamean pernah mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah untuk penguatan jurusan Desain Komunikasi Visual dan Agribisnis Ruminansia.
Lima tahun berturut-turut mengikuti ajang pameran tingkat provinsi, keikutsertaan SMK Sasitamean berdampak positif pada peningkatan jumlah siswa. Kini, jumlah peserta didik telah mencapai lebih dari 300 orang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan peringatan Hardiknas ke-67 dirangkai dengan berbagai kegiatan hiburan, pertandingan antarsekolah, serta pameran produk SMA dan SMK.
Menurutnya, pameran ini menjadi ruang promosi sekaligus ajang menunjukkan kemajuan pendidikan vokasi di NTT. Seluruh produk yang dipamerkan nantinya siap dipasarkan melalui program NTT Mart by One School One Product.
Ambros mengakui, stand-stand dari sekolah kejuruan jadi gambaran nyata bahwa pendidikan vokasi di NTT terus bertumbuh dan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha sejak bangku sekolah.
“Kemajuan siswa di satuan pendidikan vokasi itu sangat luar biasa,” tandasnya.













