Kupang – Sebanyak 3.003 siswa Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Capaian ini mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Aryasatya De Muri (UNADRI), Dr. Patrisius Kami, S.Pd., M.Hum, yang menilai pendekatan talent scouting menjadi fondasi penting dalam transformasi pendidikan di daerah.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma, arah kebijakan pendidikan di NTT mulai bergeser dari pendekatan administratif menuju strategi berbasis potensi.

“Ketika potensi anak-anak NTT dikenali dan dibina secara serius, mereka mampu bersaing di tingkat nasional. Ini bukan sekadar angka, tetapi sinyal perubahan arah kebijakan pendidikan yang lebih strategis,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut harus dimaknai sebagai titik awal. Tantangan selanjutnya adalah memastikan para siswa mampu bertahan dan menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
“Penguatan budaya akademik sangat penting, mulai dari membangun kebiasaan berpikir kritis, budaya membaca, hingga kemandirian belajar. Tanpa itu, mahasiswa berisiko tertinggal di lingkungan perguruan tinggi yang kompetitif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menyebut capaian ini merupakan hasil strategi yang dijalankan secara terencana dan berjenjang. Pemerintah terlibat langsung dalam pemetaan potensi siswa, penguatan kapasitas akademik, hingga pendampingan selama proses seleksi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, jumlah siswa kelas XII SMA/SMK di NTT mencapai 81.231 orang. Dari jumlah tersebut, 3.003 siswa berhasil lolos melalui jalur SNBP yang menitikberatkan pada nilai rapor serta prestasi akademik dan non-akademik.
Sebaran kelulusan mencakup berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi tujuan terbanyak dengan 2.260 siswa, disusul Universitas Timor (Unimor) sebanyak 357 siswa.
Sejumlah siswa juga diterima di kampus-kampus unggulan seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan strategi talent scouting akan terus diperkuat melalui pendataan minat dan prestasi siswa sejak dini, pendampingan intensif saat pendaftaran, serta evaluasi menyeluruh untuk penyempurnaan kebijakan di tahun-tahun mendatang.
“Ini merupakan komitmen jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul di NTT melalui sektor pendidikan,” tegasnya. (*/)













