Kupang – Ketua Panitia Pawai Paskah Pemuda GMIT, Simson Polin, Simson Polin mengatakan Obor Paskah Perdamaian diantar menuju Kabupaten Rote Ndao pada 9 April 2026 melalui jalur laut.
“Obor Perdamaian bukan sekadar simbol seremoni keagamaan, melainkan representasi pesan damai dari NTT untuk Indonesia dan dunia,” ujar Simson di Kupang pada Rabu (8/4/2026).

Setibanya di Rote, Obor Perdamaian akan diterima Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Kehadiran obor di Rote Ndao bertepatan dengan peringatan 297 tahun masuknya Injil di wilayah itu.
Obor akan dinyalakan di lokasi bersejarah, tempat pertama kali gereja dan sekolah didirikan, sebagai simbol terang iman dan pendidikan yang telah bertumbuh selama hampir tiga abad.
Tidak hanya itu, obor juga akan dibawa hingga ke titik Nol Indonesia-Australia. Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa dari beranda selatan Nusantara, NTT menyuarakan pesan cinta kasih dan perdamaian lintas batas negara.
“Kami ingin menyampaikan bahwa dari beranda selatan Nusantara, NTT membawa pesan damai bagi Indonesia bahkan dunia. Mari kita berdamai dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan alam,” tegasnya.
Simson yang juga anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menambahkan, Obor Paskah memiliki makna mendalam sebagai simbol cinta kasih, pengorbanan, dan perdamaian yang bersumber dari karya keselamatan Yesus Kristus sekitar dua ribu tahun lalu.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang telah membuka rangkaian kegiatan Festival Paskah Pemuda GMIT 2026.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Festival Paskah ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga gerakan moral dan spiritual yang menginspirasi masyarakat untuk hidup dalam damai, memperkuat toleransi, serta menjaga kelestarian alam.
“Perang hanya membawa penderitaan dan kerugian. Karena itu, melalui momentum ini, kita semua diajak untuk terus mendoakan dan menyuarakan perdamaian bagi dunia,” pungkasnya.













