Kupang – Suasana di Kantor Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/7/2026), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, puluhan aparatur sipil negara (ASN) bergantian menuju meja-meja pemeriksaan kesehatan yang disiapkan tim Puskesmas Oepoi.
Di sela aktivitas pelayanan pemerintahan, mereka meluangkan waktu untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap prima dengan mengikut pelayanan kesehatan dari Puskesmas Oepoi melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program CKG menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun budaya kerja yang sehat sekaligus mendorong deteksi dini berbagai risiko penyakit bagi para pegawai.
Sebanyak 60 peserta mengikuti pemeriksaan, terdiri atas 45 ASN, enam pelajar magang tingkat SMA, tujuh mahasiswa magang, satu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan satu PPPK Paruh Waktu.
Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selvi Nange, mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor BU400.7.V12/Dinker/2026 tentang Dukungan Pelaksanaan CKG bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemprov NTT.
Menurut Selvi, pemeriksaan kesehatan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi merupakan investasi bagi kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
Karena menurutnya, ASN yang sehat diyakini akan mampu bekerja lebih produktif dan memberikan pelayanan publik yang lebih optimal.
“Selain menjaga kesehatan ASN, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Surat edaran tersebut juga menegaskan bahwa seluruh ASN di lingkungan Pemprov NTT wajib mengikuti CKG sesuai jadwal yang ditetapkan Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Setiap kepala perangkat daerah bertanggung jawab memastikan seluruh pegawainya mengikuti pemeriksaan, sementara hasil pemeriksaan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan analisis kesehatan serta langkah-langkah pencegahan.
Di sisi lain, delapan tenaga kesehatan dari Puskesmas Oepoi tampak sigap melayani peserta. Mereka membuka lima meja pemeriksaan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, tes gula darah, skrining tuberkulosis (TBC), hingga skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Staf Kesehatan Puskesmas Oepoi, Emerensiana Djelamu, menjelaskan pelayanan dilakukan dengan sistem jemput bola, sehingga pegawai dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus meninggalkan tempat kerja untuk datang ke puskesmas.
“Melalui pemeriksaan ini kami dapat mendeteksi lebih dini faktor risiko penyakit sehingga peserta dapat segera memperoleh tindak lanjut bila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan,” katanya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan akan dikirimkan kepada setiap peserta melalui notifikasi WhatsApp sehingga peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara cepat, mudah, dan tetap terjaga kerahasiaannya.
“Untuk jaga kerahasiaan, hasilnya langsung dikirim melalui pesan WhatsApp setiap peserta,” tandasnya.













