Menu

Mode Gelap
Sasando Motor Rote Ndao Buka Cabang di Oesapa, Solusi Tepat Service Motor Mahasiswa KKB Bank NTT Jadi Solusi Pembiayaan Kendaraan, Bantu Warga dan Pelaku Usaha Lebih Produktif Stan Sederhana, Karya Luar Biasa: Pesona SMKN 1 Waikabubak di Panggung Hardiknas Gubernur Melky Apresiasi Inovasi UPTD Tekkomdik Lahirkan Buku Peta Satuan Pendidikan Dari Tomat hingga Studio Mini, SMK Sasitamean Curi Perhatian di Pameran Hardiknas NTT Kisah Simson Polin, Dari Jualan Es Manis di Pelabuhan Pantai Baru Hingga Kursi DPRD NTT

Pendidikan

Pemerintah Diminta Prioritaskan Anggaran untuk Bangun Sekolah Tanpa Gedung

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Sheline Lana Perbesar

Anggota DPRD NTT, Sheline Lana

KUPANG – Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membangun dunia pendidikan ke arah yang lebih baik masih jauh dari harapan.

Hal ini terlihat dari masih ada sekolah yang dibiarkan terlantar usai dibangun lima tahun lalu, seperti SMKN Restorasi Timung Wae Rii di Manggarai dan SMA Negeri di Elar di Kabupaten Manggarai.

Misalnya, di SMKN Restorasi Timung Wae Rii. Dibangun pada 2019 silam, aktivitas belajar mengajar masih dilakukan dengan meminjam gedung sekolah dari SMP terdekat. Hal yang sama juga terjadi pada SMA Negeri di Elar, Kabupaten Manggarai.

“Hal ini bukan cuma satu. Dan di beberapa tempat malah anak-anak sekolah itu macam buka tenda saja,” kata Anggota Komisi V DPRD NTT, Sheline Lana di Kupang pada Selasa 29 Juli 2025.

Terkait kondisi ini, anggota DPRD NTT dari Dapil Manggarai Raya merasa prihatin. Menurutnya, pemerintah terkesan lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas yang memadai ketimbang sekolah yang belum memiliki gedung.

“Kondisi ini saya temukan saat melakukan reses di wilayah Manggarai secara keseluruhan,” jelasnya.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Hanura ini juga mengungkapkan bahwa dirinya juga menemukan keberadaan sekolah SMK yang dibangun tidak ditunjang atau didukung dengan fasilitas praktek yang memadai.

“Anak-anak mau praktek bagaimana? Padahal sekolah vokasi ini dibangun untuk anak-anak langsung praktek agar keahlian mereka terasah,” ujarnya.

Dirinya meminta pemerintah memperhatikan sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di seluruh NTT. Sekolah ini harus jadi prioritas pembangunan pemerintah.

“Harus ada revitalisasi untuk sekolah SLB seperti untuk asramanya. Ini harus jadi prioritas,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Stan Sederhana, Karya Luar Biasa: Pesona SMKN 1 Waikabubak di Panggung Hardiknas

2 Mei 2026 - 12:28 WIB

Gubernur Melky Apresiasi Inovasi UPTD Tekkomdik Lahirkan Buku Peta Satuan Pendidikan

2 Mei 2026 - 12:04 WIB

Dari Tomat hingga Studio Mini, SMK Sasitamean Curi Perhatian di Pameran Hardiknas NTT

2 Mei 2026 - 09:02 WIB

Eksekusi Putusan PTUN, Kadis PK NTT Kembalikan Safira ke SMKN 5 Kupang

27 April 2026 - 10:53 WIB

3.003 Siswa NTT Lolos SNBP 2026, Rektor UNADRI: Talent Scouting Jadi Fondasi Transformasi Pendidikan

18 April 2026 - 06:25 WIB

Trending di Pendidikan