Menu

Mode Gelap
Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026 DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD  PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT Kepsek SMA Negeri 3 Kupang Bantah Tudingan Pungli dalam Proses Mutasi Siswa

Ragam

Kisah Simson Polin, Dari Jualan Es Manis di Pelabuhan Pantai Baru Hingga Kursi DPRD NTT

badge-check


					Keterangan Foto: (Simson Polin mengenakan baju kemeja merah) Perbesar

Keterangan Foto: (Simson Polin mengenakan baju kemeja merah)

Kupang – Di Pelabuhan Feri Pantai Baru, tahun 1993 hingga 1998, warga Rote Ndao yang sering menggunakan jasa transportasi laut pasti mengenal Simson Polin kecil. Simson kecil selalu menawarkan dagangan seperti Es manis, nasi bungkus, kacang tanah, kue, hingga buku TTS ia jajakan kepada para penumpang yang hendak menyeberang.

Ia lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang petani sekaligus buruh pelabuhan dan ibu rumah tangga. Kedua orang tuanya orang tuanya tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Namun keterbatasan itu tak pernah menjadi alasan untuk berhenti bermimpi.

Simson kecil sudah mengenal kerasnya hidup sejak dini. Namun baginya, pelabuhan bukan sekadar tempat mencari uang. Di sanalah ia belajar tentang ketekunan, keberanian, dan arti tanggung jawab.

Uang hasil jualan asongan ia kumpulkan perlahan. Bukan untuk jajan atau bermain, melainkan untuk membeli buku tulis, pensil, pakaian sekolah, hingga tas. Semua demi satu tujuan: tetap bersekolah.

Perjuangan itu membawanya melanjutkan pendidikan ke STM Negeri Kupang. Sambil belajar, Simson tetap bekerja serabutan. Ia pernah menjadi tukang tambal ban, membuka toko sparepart, hingga merintis usaha sebagai developer. Baginya, bekerja adalah bagian dari proses menempa diri.

“Kesuksesan bukan sesuatu yang instan. Ia lahir dari kerja keras dan doa,” menjadi prinsip yang ia pegang teguh ungkap Simson.

Perjalanan hidupnya juga ditempa dalam pelayanan di Gereja Masehi Injili di Timor. Di gereja, ia belajar tentang kesetiaan, kepemimpinan, dan pentingnya mengandalkan Tuhan dalam setiap proses kehidupan.

Tak hanya sukses membangun usaha, kehidupan pribadinya pun penuh warna. Ia menikah dengan Apremoi Dudelusi Polin Dethan, yang kini dipercaya sebagai Wakil Bupati Rote Ndao. Sementara Simson sendiri hari ini mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dari anak petani dan buruh pelabuhan, penjual asongan di pelabuhan kecil, hingga duduk di kursi DPRD provinsi NTT menegaskan bahwa perjalanan Simson Polin menjadi bukti bahwa latar belakang bukanlah batas akhir.

Kisah hidupnya bahkan tengah dipersiapkan untuk difilmkan, agar bisa terus menginspirasi banyak anak muda. Pesan yang ingin dibagikan sederhana namun kuat yakni sukses dan keberhasilan adalah buah dari kerja keras, ketekunan, serta keyakinan kepada Tuhan.

Kisah Simson Poli sebagai sebuah pengingat bahwa mimpi tak pernah mengenal asal-usul. Ia hanya mengenal siapa yang berani memperjuangkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank NTT Ruteng Perluas Inklusi Keuangan Lewat 40 Agen Be Ju Bisa, Transaksi Tembus Rp30,2 Miliar

29 April 2026 - 01:41 WIB

Pemprov NTT Ajukan Ranperda Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda

4 Maret 2026 - 00:58 WIB

RI–RDTL Siapkan Penanganan Terpadu 10 DAS Lintas Batas Negara

2 Maret 2026 - 14:05 WIB

PABSI NTT Target Medali pada PON 2028 di Bawah Kepemimpinan Simson Polin

27 Februari 2026 - 11:15 WIB

Kejari Kabupaten Kupang Catat Capaian Signifikan Pemulihan Kredit Macet BRI

14 Februari 2026 - 08:05 WIB

Trending di Ragam