Menu

Mode Gelap
Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

Ragam

Bank NTT Ruteng Perluas Inklusi Keuangan Lewat 40 Agen Be Ju Bisa, Transaksi Tembus Rp30,2 Miliar

badge-check


					Customer Gathering dengan agen Be Ju Bisa di kantor Bank NTT Cabang Ruteng pada Selasa, 28 April 2026. Foto: Iatimewa Perbesar

Customer Gathering dengan agen Be Ju Bisa di kantor Bank NTT Cabang Ruteng pada Selasa, 28 April 2026. Foto: Iatimewa

Ruteng – Bank NTT Cabang Ruteng terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah terpencil di Kabupaten Manggarai melalui agen layanan perbankan.

Perluasan layanan dilakukan melalui agen Be Ju Bisa dan Dia Ju Bisa. Keduanya merupakan bagian dari program layanan keuangan tanpa kantor yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“Kami jangkau melalui agen-agen,” kata Pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng, Rommi Radjalangu dalam kegiatan Customer Gathering bersama sejumlah agen Be Ju Bisa di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, para agen menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat di pelosok. Ibarat jembatan, agen Be Ju Bisa dan Dia Ju Bisa menghubungkan warga yang jauh dari akses perbankan dengan layanan Bank NTT.

Rommi menjelaskan, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, pihaknya secara rutin menggelar sosialisasi setiap tahun di berbagai tempat, termasuk sekolah-sekolah. Tahun ini, kegiatan tersebut dijalankan melalui program Gencarkan atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan.

“Inklusi keuangan ini kami juga sudah lakukan di mana saja, termasuk di Pulau Mules,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran agen perbankan tersebut mendukung misi Bank NTT sebagai pelopor penggerak ekonomi daerah. Masyarakat yang berada jauh dari kantor bank kini dapat melakukan transaksi melalui agen terdekat.

Namun demikian, Rommi mengakui tantangan terbesar dalam memperluas layanan adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Karena untuk mendukung kegiatan perbankan tentu perlu infrastruktur yang stabil,” jelasnya.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank NTT juga berkomitmen mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi penerimaan pajak, pembinaan UMKM, serta optimalisasi layanan keuangan berbasis digital.

Salah satu inovasi yang diandalkan adalah aplikasi Be Pung Mobile yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dari mana saja, termasuk pembayaran registrasi mahasiswa.

“Agen Dia Bisa itu untuk para mahasiswa, termasuk pembayaran uang sekolah,” tambah Rommi.

Ke depan, Bank NTT menargetkan pertumbuhan agen sekitar 10 persen setiap tahun guna memperluas inklusi keuangan di Manggarai.

“Kita maunya 100 persen masyarakat tersentuh bank. Tetapi untuk sekarang ini pertumbuhannya sekitar 10 persen per tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Marketing Dana Bank NTT Cabang Ruteng, Amelia Juliani Elfrin Bout mengungkapkan, hingga 31 Maret 2026 jumlah agen Be Ju Bisa tercatat sebanyak 40 agen.

Total transaksi yang tercatat mencapai 34.439 transaksi dengan nominal sebesar Rp30.234.660.271.

“Di dalam fitur layanannya ada tiga, yakni ATM Mini, pembayaran dan pembelian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum

30 Juli 2026 - 14:29 WIB

PT Pinus Merah Abadi Menang Sengketa Kebakaran Gudang di Kupang

9 Juli 2026 - 07:54 WIB

Kisah Simson Polin, Dari Jualan Es Manis di Pelabuhan Pantai Baru Hingga Kursi DPRD NTT

29 April 2026 - 04:28 WIB

Pemprov NTT Ajukan Ranperda Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda

4 Maret 2026 - 00:58 WIB

RI–RDTL Siapkan Penanganan Terpadu 10 DAS Lintas Batas Negara

2 Maret 2026 - 14:05 WIB

Trending di Ragam