Menu

Mode Gelap
Dukung Program Sejuta Vaksin HPV BBPOM, Wali Kota: Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks  Rotary Club, GAMKI NTT, dan GMIT Baitesda Bangun 28 Jamban Sehat di Nekon Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026 DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD Gandeng LPK Musubu, Bank NTT Sediakan KUR Khusus Pekerja Migran Asal NTT

Kesehatan

Dukung Program Sejuta Vaksin HPV BBPOM, Wali Kota: Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks 

badge-check


					Foto: Dok. Humas Kota Kupang Perbesar

Foto: Dok. Humas Kota Kupang

Kupang – Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap Program Sejuta Vaksin HPV yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BBPOM ke-25.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan program yang merupakan kerja sama BBPOM dengan Kementerian Kesehatan dan KORPRI ini sangat strategis dalam upaya pencegahan kanker serviks, khususnya bagi ASN perempuan dan masyarakat umum.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Wali Kota Kupang berencana mengeluarkan surat edaran resmi serta memaksimalkan penyebaran informasi melalui kanal komunikasi Pemerintah Kota Kupang guna mendukung sosialisasi program tersebut.

“Pemerintah Kota Kupang siap mendukung penuh agar program ini berjalan optimal,” ujar dr. Christian di Kupang saat audiens dengan Kepala BBPOM Kupang pada Jumad (23/1/2026).

Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di RSUD S.K. Lerik yang dinilai memiliki fasilitas memadai, lingkungan steril, serta pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan kesehatan.

“Fasilitas di RSUD S.K. Lerik sangat representatif untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi,” katanya.

Melalui Program Sejuta Vaksin HPV, dr. Christian berharap ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks, sehingga kesadaran akan kesehatan meningkat dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas.

“Kesadaran kesehatan harus dimulai dari ASN agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit,” harapnya.

Selain dukungan terhadap vaksinasi HPV, Wali Kota Kupang juga menyatakan komitmen Pemkot dalam memperkuat pengawasan penggunaan antibiotik serta mendorong terwujudnya Kota Kupang sebagai Kota Aman Pangan.

Guna mewujudkannya, Wali Kota mengusulkan pembentukan satuan kerja khusus yang akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan.

“Kami mendukung sepenuhnya penguatan pengawasan antibiotik dan inisiatif menuju Kota Aman Pangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik, menjelaskan bahwa dalam rangka HUT BBPOM ke-25, pihaknya akan melaksanakan sejumlah program strategis, di antaranya Program Sejuta Vaksin HPV, pengawasan antibiotik, serta percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan.

Ia menyebutkan, vaksinasi HPV dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026, dengan jumlah pendaftar di Kota Kupang mencapai 321 orang, melebihi kuota awal sebanyak 100 dosis vaksin bersertifikat halal.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kanker serviks semakin meningkat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, BBPOM Kupang berharap dukungan Pemerintah Kota Kupang berupa penggunaan fasilitas pemerintah serta bantuan tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, untuk proses skrining vaksinasi.

Selain itu, BBPOM juga meminta dukungan Pemkot Kupang dalam memperkuat pengawasan penggunaan antibiotik agar Kota Kupang dapat menjadi barometer penggunaan antibiotik yang tepat.

“BBPOM terus mendorong percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan melalui program prioritas nasional dan pengawasan aktif pada periode 2025–2026,” tandas Sem Lapik. (*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rotary Club, GAMKI NTT, dan GMIT Baitesda Bangun 28 Jamban Sehat di Nekon

25 Januari 2026 - 12:43 WIB

Trending di Kesehatan