Menu

Mode Gelap
Rote Ndao Siap Sambut Obor Perdamaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 Gubernur Melky Kantongi Hasil Investigasi Inspektorat Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol PHK 9.000 PPPK Ancam IPM NTT, Anton Landi: Bisa Mundur 5–10 Tahun PDIP Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Minta Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Dividen PAD

Ekonomi

Pelaku UMKM di Desa Umalawain Butuh Bantuan Modal Usaha

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD NTT, Klara Motu Loi saat reses di Desa Umalawain Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka Perbesar

Anggota Komisi II DPRD NTT, Klara Motu Loi saat reses di Desa Umalawain Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka

Kupang – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Umalawain, Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka sangat membutuhkan bantuan modal usaha untuk mengembangkan bisnis mereka.

Banyak dari mereka memiliki potensi besar dan ide-ide inovatif, namun terkendala oleh minimnya akses terhadap permodalan.

Demikian disampaikan Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini beberapa waktu lalu.

Menurut Klara, keterbatasan modal ini menjadi penghambat utama bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Banyak UMKM yang tidak bisa memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan modal untuk membeli bahan baku atau peralatan tambahan,” kata Anggota Komisi II DPRD NTT ini.

Klara yang juga Anggota DPRD NTT dari Dapil 7 (Belu, Malaka, TTU), menyebut, bantuan modal ini dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pasar

“Kurangnya modal seringkali membuat UMKM kesulitan untuk melakukan promosi atau distribusi produk ke luar desa,” terangnya.

Dia menyebut, mengembangkan inovasi produk tanpa modal yang cukup akan sulit bagi pelaku UMKM untuk berinovasi dan menciptakan produk-produk baru yang lebih kompetitif.

“Dengan berkembangnya UMKM, secara otomatis akan membuka peluang kerja baru bagi warga desa lainnya,” terangnya.

Bantuan modal usaha yang dibutuhkan bisa dalam berbagai bentuk, seperti pinjaman lunak dengan bunga rendah, hibah, atau program pendampingan yang terintegrasi dengan akses permodalan.

Dukungan ini akan sangat berarti untuk menggeliatkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Butuh.

“Saya berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi bisa melihat kebutuhan yang dialami warga desa Umalawain,” tandas Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perseroda Jadi Babak Baru Penguatan Peran Bank NTT di Daerah

4 Maret 2026 - 00:53 WIB

Setahun Melky–Joni Pimpin NTT, Kemiskinan Turun dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen

20 Februari 2026 - 13:58 WIB

Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026

21 Januari 2026 - 16:53 WIB

DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional

21 Januari 2026 - 05:21 WIB

Gandeng LPK Musubu, Bank NTT Sediakan KUR Khusus Pekerja Migran Asal NTT

19 Januari 2026 - 17:48 WIB

Trending di Ekonomi