Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur diminta menghadirkan NTT Mart di wilayah perbatasan RI – Timor Leste khususnya di Kabupaten Belu.
Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat pemasaran produk lokal.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi kepada wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna di Kupang pada Selasa 12 September 2025.
Menurut Klara selama ini, masyarakat di kawasan perbatasan masih kesulitan dalam mengakses produk lokal dan tempat pemasaran yang layak untuk hasil produksi mereka.
Kehadiran NTT Mart di daerah perbatasan dapat menjadi wadah promosi dan distribusi produk lokal, seperti tenun ikat, kopi, dan hasil pertanian, yang selama ini kesulitan masuk ke pasar modern.
“Kalau bisa NTT Mart ini juga ada di daerah perbatasan khususnya di Kabupaten Belu,” katanya.
Menanggapi hal ini, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi dukungan dan permintaan dari anggota DPRD NTT terkait kehadiran NTT Mart di seluruh kabupaten.
Melky mengaku bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan para bupati untuk menyediakan lahan atau bangunan untuk membangun pusat UMKM di setiap kabupaten.
“Saya sudah minta para bupati agar semua aset pemda seperti gedung-gedung kosong dibikin jadi pusatnya NTT Mart,” katanya singkat.














