Oelamasi – Aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat ditunjukkan melalui kolaborasi Rotary Club Kupang Rastamores, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) NTT, dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Baitesda Nekon.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam program pemberian dan pemasangan jamban sehat bagi 28 kepala keluarga/jemaat yang selama ini belum memiliki fasilitas sanitasi layak di rumah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin Pendeta Beatris Peny, MTh., dari GMIT Baitesda Nekon. Dalam refleksinya, Pendeta Beatris menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab iman sekaligus ungkapan syukur atas perhatian dan kepedulian yang diterima jemaat.
Perwakilan Rotary Club Kupang Rastamores, Abed Frans, menyampaikan bahwa sanitasi merupakan fondasi utama kesehatan masyarakat. Ia menyebutkan, Rotary berkomitmen mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai mitra lokal.
“Sanitasi yang baik adalah fondasi kesehatan masyarakat. Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan mitra lokal dan menghadirkan manfaat nyata langsung di tingkat akar rumput,” ujar Abed.
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pengabdian pemuda Kristen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dimulai dari kebutuhan paling dasar.
“Air bersih dan sanitasi yang layak bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap warga. Ketika hak ini dipenuhi, kita sedang menjaga kesehatan, melindungi anak-anak, dan memuliakan kehidupan,” tegas Winston.
Winston Rondo yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini merupakan wujud iman yang bekerja melalui tindakan nyata.
“GAMKI percaya iman harus hadir dalam perbuatan. Pelayanan sosial bukan pelengkap, melainkan panggilan. Kolaborasi GAMKI NTT, GMIT Baitesda Nekon, dan Rotary International hari ini adalah iman yang turun ke tanah, menyentuh kebutuhan paling mendasar jemaat,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan jamban sehat ini tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran hidup bersih dan sehat serta memperkuat semangat saling peduli di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan mendorong peningkatan kesadaran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa di wilayah lain di NTT.
Usai seremoni pembukaan, tim relawan dari ketiga institusi langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemasangan jamban sehat di rumah-rumah penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan, Tervina Lake, seorang nenek lanjut usia, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya atas kehidupan yang lebih bersih dan sehat ke depan.
“Kiranya dari Nekon hari ini, semangat gotong royong dan pelayanan ini terus menyala ke tempat-tempat lain,” pungkas Winston Rondo. (*/)














