Menu

Mode Gelap
Pemprov NTT Pastikan Praktik Baik Land4Lives Berlanjut HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG Fernando Soares: HKTI NTT Harus Bawa Solusi Kepala BGN Makan Bersama Siswa SDK Penfui Pimpin HKTI NTT, Fernando Soares Pastikan Petani NTT Naik Kelas KKBM Kupang Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Palue

Kilas NTT

Pemotongan TKD Kabupaten Alor Capai Rp140 Miliar, Wabup Optimis Program Bisa Berjalan 

badge-check


					Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo Perbesar

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo

Kupang – Pemerintah Kabupaten Alor harus menghadapi tantangan berat setelah terjadi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp140 miliar.

Meski demikian, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, tetap optimistis seluruh program prioritas daerah dapat berjalan sesuai rencana.

Menurut Rocky, pemotongan ini merupakan kebijakan nasional yang juga dialami banyak daerah lain di Indonesia. Pemerintah pusat melakukan penyesuaian anggaran dalam rangka menjaga stabilitas fiskal dan efisiensi belanja negara.

“Memang ada penurunan cukup signifikan, sekitar Rp140 miliar. Tapi kami tetap yakin, dengan perencanaan yang matang dan efisiensi, program pembangunan di Alor bisa tetap berjalan,” ujar Rocky di Kupang Selasa (12/11).

Mantan Anggota DPRD NTT menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah pos belanja, terutama yang tidak bersifat mendesak, tanpa mengganggu sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

“Kami akan fokus pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama penurunan stunting, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi berbasis desa,” tambahnya.

Meski anggaran berkurang, Rocky menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci agar pelaksanaan program tetap efektif.

Pemerintah Kabupaten Alor juga akan memaksimalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) serta mengoptimalkan penggunaan dana transfer yang tersedia.

“Kita tetap kerja dengan semangat. Yang penting masyarakat tidak dirugikan, dan pelayanan publik terus berjalan,” tegasnya.

Dengan langkah penyesuaian dan efisiensi yang tepat, Pemkab Alor berharap dampak pemotongan TKD tidak menghambat target pembangunan yang sudah direncanakan untuk tahun anggaran berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTT Pastikan Praktik Baik Land4Lives Berlanjut

18 September 2026 - 01:19 WIB

HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG

16 September 2026 - 15:42 WIB

Pimpin HKTI NTT, Fernando Soares Pastikan Petani NTT Naik Kelas

15 September 2026 - 07:25 WIB

KKBM Kupang Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Palue

14 September 2026 - 11:46 WIB

Usman Husein Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Bakunase

14 September 2026 - 06:43 WIB

Trending di Kilas NTT