Menu

Mode Gelap
Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026 DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD  PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT Kepsek SMA Negeri 3 Kupang Bantah Tudingan Pungli dalam Proses Mutasi Siswa

Kilas NTT

Pemotongan TKD Kabupaten Alor Capai Rp140 Miliar, Wabup Optimis Program Bisa Berjalan 

badge-check


					Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo Perbesar

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo

Kupang – Pemerintah Kabupaten Alor harus menghadapi tantangan berat setelah terjadi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp140 miliar.

Meski demikian, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, tetap optimistis seluruh program prioritas daerah dapat berjalan sesuai rencana.

Menurut Rocky, pemotongan ini merupakan kebijakan nasional yang juga dialami banyak daerah lain di Indonesia. Pemerintah pusat melakukan penyesuaian anggaran dalam rangka menjaga stabilitas fiskal dan efisiensi belanja negara.

“Memang ada penurunan cukup signifikan, sekitar Rp140 miliar. Tapi kami tetap yakin, dengan perencanaan yang matang dan efisiensi, program pembangunan di Alor bisa tetap berjalan,” ujar Rocky di Kupang Selasa (12/11).

Mantan Anggota DPRD NTT menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah pos belanja, terutama yang tidak bersifat mendesak, tanpa mengganggu sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

“Kami akan fokus pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama penurunan stunting, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi berbasis desa,” tambahnya.

Meski anggaran berkurang, Rocky menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci agar pelaksanaan program tetap efektif.

Pemerintah Kabupaten Alor juga akan memaksimalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) serta mengoptimalkan penggunaan dana transfer yang tersedia.

“Kita tetap kerja dengan semangat. Yang penting masyarakat tidak dirugikan, dan pelayanan publik terus berjalan,” tegasnya.

Dengan langkah penyesuaian dan efisiensi yang tepat, Pemkab Alor berharap dampak pemotongan TKD tidak menghambat target pembangunan yang sudah direncanakan untuk tahun anggaran berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026

9 Juni 2026 - 11:31 WIB

Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM

19 Mei 2026 - 02:43 WIB

PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT

15 Mei 2026 - 13:27 WIB

Bocah Yatim Pejuang TB dan HIV di Manggarai Timur Dapat Perhatian Serius Gubernur NTT

21 April 2026 - 13:06 WIB

Simson Polin: Obor Paskah Jadi Simbol Damai dari NTT untuk Dunia

9 April 2026 - 11:55 WIB

Trending di Kilas NTT