Menu

Mode Gelap
Pemprov dan Pemda Diminta Proaktif Akses Anggaran dari Pemerintah Pusat Dukung Program Sejuta Vaksin HPV BBPOM, Wali Kota: Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks  Rotary Club, GAMKI NTT, dan GMIT Baitesda Bangun 28 Jamban Sehat di Nekon Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026 DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD

Breaking News

Pemprov dan Pemda Diminta Proaktif Akses Anggaran dari Pemerintah Pusat

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Lali Wolo Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Lali Wolo

Kupang – Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Lali Wolo, meminta Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten/kota lebih proaktif mengakses anggaran pemerintah pusat yang tersedia di balai-balai kementerian di wilayah NTT.

Ini didasari karena pada tahun anggaran 2026 terdapat anggaran sebesar Rp1,3 triliun yang tersebar di lima balai dan satu satuan kerja (satker) pemerintah pusat di NTT.

Anggaran tersebut, menurutnya, harus dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan daerah baik itu sektor perumahan rakyat, pekerjaan umum dan lainnya.

“Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota melalui dinas perumahan rakyat dan dinas pekerjaan umum harus proaktif mengakses anggaran ini,” tegas Patris.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan krusial yang disoroti Komisi IV DPRD NTT dalam rapat dengar pendapat (RDP) adalah belum tuntasnya pembangunan jaringan irigasi di seluruh wilayah NTT.

Pasalnya, hingga saat ini, pembangunan irigasi baru mencapai sekitar 30 persen. Ini disebabkan karena keterbatasan anggaran daerah.

Meski demikian, Patris menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan irigasi, mengingat sektor ini sangat penting bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang perlu dilakukan adalah membangun kolaborasi anggaran dengan kementerian melalui balai-balai. Dengan begitu, program pembangunan irigasi di NTT bisa diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi anggaran antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur dasar di NTT.

“Ini yang harus dilakukan, yakni kolaborasi anggaran, sehingga masyarakat tidak terus menunggu karena alasan keterbatasan anggaran. Ini menjadi penekanan kami,” tutup Patris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKBM Kupang Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Kota Kupang dan NTT

28 Desember 2025 - 10:54 WIB

Gubernur Melky Dijadwalkan Lantik Pengurus Keluarga Maumere Kupang

26 Desember 2025 - 15:46 WIB

Bantah Isu Transaksi Jabatan, Yos Rasi: Pelantikan Pejabat Sudah Lewati Tahapan BKN

12 Oktober 2025 - 12:36 WIB

Senator AWK Apresiasi Tour De EnTeTe sebagai Langkah Promosi Wisata NTT

9 September 2025 - 15:17 WIB

Pemerintah Bantah Larang Mobil Pickup Angkut Penumpang Masuk Kota Kupang 

14 Juli 2025 - 10:54 WIB

Trending di Breaking News