Menu

Mode Gelap
Pemprov NTT Pastikan Praktik Baik Land4Lives Berlanjut HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG Fernando Soares: HKTI NTT Harus Bawa Solusi Kepala BGN Makan Bersama Siswa SDK Penfui Pimpin HKTI NTT, Fernando Soares Pastikan Petani NTT Naik Kelas KKBM Kupang Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Palue

Breaking News

Pemprov dan Pemda Diminta Proaktif Akses Anggaran dari Pemerintah Pusat

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Lali Wolo Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Lali Wolo

Kupang – Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Lali Wolo, meminta Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten/kota lebih proaktif mengakses anggaran pemerintah pusat yang tersedia di balai-balai kementerian di wilayah NTT.

Ini didasari karena pada tahun anggaran 2026 terdapat anggaran sebesar Rp1,3 triliun yang tersebar di lima balai dan satu satuan kerja (satker) pemerintah pusat di NTT.

Anggaran tersebut, menurutnya, harus dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan daerah baik itu sektor perumahan rakyat, pekerjaan umum dan lainnya.

“Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota melalui dinas perumahan rakyat dan dinas pekerjaan umum harus proaktif mengakses anggaran ini,” tegas Patris.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan krusial yang disoroti Komisi IV DPRD NTT dalam rapat dengar pendapat (RDP) adalah belum tuntasnya pembangunan jaringan irigasi di seluruh wilayah NTT.

Pasalnya, hingga saat ini, pembangunan irigasi baru mencapai sekitar 30 persen. Ini disebabkan karena keterbatasan anggaran daerah.

Meski demikian, Patris menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan irigasi, mengingat sektor ini sangat penting bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang perlu dilakukan adalah membangun kolaborasi anggaran dengan kementerian melalui balai-balai. Dengan begitu, program pembangunan irigasi di NTT bisa diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi anggaran antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur dasar di NTT.

“Ini yang harus dilakukan, yakni kolaborasi anggaran, sehingga masyarakat tidak terus menunggu karena alasan keterbatasan anggaran. Ini menjadi penekanan kami,” tutup Patris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fernando Soares: HKTI NTT Harus Bawa Solusi

16 September 2026 - 07:22 WIB

Kepala BGN Makan Bersama Siswa SDK Penfui

16 September 2026 - 05:39 WIB

Gubernur NTT Lantik Lima Pejabat Eselon II dan Kepala UPTD SPAM

11 September 2026 - 12:42 WIB

Pemprov NTT Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Fokus Genjot PAD

28 April 2026 - 06:19 WIB

Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks

20 Februari 2026 - 08:23 WIB

Trending di Breaking News