Menu

Mode Gelap
Rote Ndao Siap Sambut Obor Perdamaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 Gubernur Melky Kantongi Hasil Investigasi Inspektorat Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol PHK 9.000 PPPK Ancam IPM NTT, Anton Landi: Bisa Mundur 5–10 Tahun PDIP Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Minta Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Dividen PAD

Ekonomi

Warga Desa di Batas Timor Leste Minta Pemerintah Bangun Pasar dan Lampu Jalan untuk Antisipasi Penyelundupan 

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi saat reses di Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu Perbesar

Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi saat reses di Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu

Kupang – Warga desa perbatasan sering menghadapi tantangan terkait penerangan jalan yang terbatas, yang bisa berdampak pada keamanan dan kenyamanan mereka, terutama di malam hari.

Keluhan ini disampaikan Warga Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu kepada Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi saat melakukan reses beberapa waktu lalu.

“Masyarakat minta penerangan lampu jalan. Desa ini merupakan daerah tapal batas jadi keamanan TDK terjamin. Mereka juga minta di buka pasar batas supaya tidak ada lagi penyelundupan,” jelas Klara kepada media ini pada Minggu 30 Maret 2025.

Keluhan ini, kata Klara menunjukkan bahwa warga menghadapi tantangan terkait penerangan jalan dan pasar karena dia hal tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan serta mencegah potensi masalah sosial dan ekonomi.

Menurutnya, penerangan jalan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan, terutama di daerah yang terletak di wilayah perbatasan.

Sementara itu, pasar dapat memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi dengan lebih aman, serta mengurangi risiko penyelundupan barang ilegal yang mungkin terjadi tanpa pengawasan yang tepat.

Dia menambahkan, penguatan infrastruktur seperti penerangan jalan dan pasar di daerah perbatasan juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan kontrol terhadap aktivitas ilegal dan memperbaiki ekonomi lokal.

“Selain itu, pasar yang teratur bisa menjadi pusat perdagangan yang sah dan sehat, sehingga memperkecil kemungkinan penyelundupan barang atau perdagangan ilegal,” kata Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perseroda Jadi Babak Baru Penguatan Peran Bank NTT di Daerah

4 Maret 2026 - 00:53 WIB

Setahun Melky–Joni Pimpin NTT, Kemiskinan Turun dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen

20 Februari 2026 - 13:58 WIB

Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026

21 Januari 2026 - 16:53 WIB

DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional

21 Januari 2026 - 05:21 WIB

Gandeng LPK Musubu, Bank NTT Sediakan KUR Khusus Pekerja Migran Asal NTT

19 Januari 2026 - 17:48 WIB

Trending di Ekonomi