Menu

Mode Gelap
Dukung Program Sejuta Vaksin HPV BBPOM, Wali Kota: Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks  Rotary Club, GAMKI NTT, dan GMIT Baitesda Bangun 28 Jamban Sehat di Nekon Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026 DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD Gandeng LPK Musubu, Bank NTT Sediakan KUR Khusus Pekerja Migran Asal NTT

Politik

Dewan Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi 

badge-check


					Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa Perbesar

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa

Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi diterpa bencana hidrometeorologi dalam beberapa pekan ke depan.

Ancaman tersebut dipicu oleh munculnya bibit siklon tropis 97S di wilayah utara Benua Australia.

Bibit siklon ini diperkirakan akan menyebabkan peningkatan curah hujan sedang hingga lebat di wilayah NTT pada periode 17–23 Januari 2026.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, longsor, serta gangguan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Menyikapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif, khususnya dalam penyediaan stok pangan bagi masyarakat terdampak.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terkait pemanfaatan cadangan beras provinsi jika terjadi bencana.

“Saat ini tersedia cadangan beras provinsi sebesar 20 ton yang harus siap dimobilisasi apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya di Kupang pada Senin 19 Januari 2026.

Selain itu, Yunus juga meminta Dinas Pertanian untuk menyiapkan bibit tanaman unggul sebagai langkah pemulihan pascabencana. Bibit tersebut nantinya akan disalurkan kepada petani yang mengalami gagal panen akibat bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh jajaran untuk menghadapi potensi bencana tersebut.

“Kami sudah menghimbau para penyuluh pertanian di lapangan untuk melakukan langkah mitigasi dan adaptasi terhadap bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penyiapan benih atau bibit pengganti bagi petani pascabencana.

“Selain penyiapan benih yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, kami juga akan melakukan perbaikan saluran irigasi untuk meminimalisir dampak kerusakan,” tandasnya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat bergerak cepat dan terkoordinasi guna menjaga ketahanan pangan serta melindungi mata pencaharian petani di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional

21 Januari 2026 - 05:21 WIB

DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD

20 Januari 2026 - 15:12 WIB

DPRD NTT Usul ASDP Sediakan Ruang Jenazah di Pelabuhan Bolok

28 Oktober 2025 - 02:15 WIB

Dukung Evaluasi Hingga Penutupan Dapur MBG, DPRD NTT: Guna Pastikan Kualitas Layanan Gizi

21 Oktober 2025 - 06:00 WIB

Pemerintah Diminta Revisi Pergub Nomor 13 Tahun 2025

5 Oktober 2025 - 06:41 WIB

Trending di Politik