Kupang – Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang menggelar Rapat Kerja (Raker) pengurus periode 2025–2028 di Aula Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (7/2/2026).
Mengambil tema “Sinergi Kebersamaan sebagai Landasan Gerak Maju KKBM” Raker ini diikuti 75 peserta yang terdiri dari dewan penasehat dan pengurus.

Ketua Panitia Raker, Agustinus Mboi menjelaskan, rapat kerja merupakan agenda penting organisasi untuk menyepakati berbagai keputusan strategis serta menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi organisasi.
Menurutnya, Raker menjadi wadah koordinasi program kerja sekaligus ruang untuk menyelaraskan visi, misi dan tujuan organisasi dengan menghimpun berbagai ide dan masukan dari anggota yang memiliki latar belakang serta pemahaman yang beragam.
“Organisasi kemasyarakatan harus terus berkembang. Karena itu, setiap pengurus wajib menyusun program kerja yang berdampak bagi kesejahteraan anggota dan kemajuan organisasi,” ujar Agustinus.
Pelaksanaan Raker ini didasarkan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tahun 2025 yang telah direvisi, keputusan dewan pengurus tertanggal 1 Februari 2026, serta Surat Keputusan Ketua KKBM Kupang tentang komposisi kepanitiaan Raker 2026.
Agustinus menambahkan, Raker bertujuan merumuskan rencana strategis organisasi, meningkatkan konsolidasi internal serta melakukan evaluasi kinerja guna memastikan keselarasan program kerja selama satu periode kepengurusan.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat KKBM Kupang, Kristo Blasin menegaskan bahwa Raker bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat arah organisasi.
“Kita ingin membawa lembaga ini ke arah yang lebih baik. Yang lebih penting adalah menyelaraskan pikiran, perkataan dan perbuatan demi kemajuan organisasi,” katanya.
Ia menegaskan, dewan penasehat berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengurus dalam menjalankan roda organisasi, tanpa mengambil alih peran pengurus.
“Kami sadar diri tidak mengambil tugas pengurus. Kami hadir untuk memberikan gagasan dan dorongan agar organisasi ini sukses,” tegas Blasin.
Ketua KKBM Kupang, Agus Bajo menambahkan, dinamika yang terjadi dalam Musyawarah Besar (Mubes) sebelumnya menjadi bagian dari proses regulasi organisasi. Karena itu, Raker dinilai penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat arah gerak organisasi.
Ia berharap setiap bidang dalam kepengurusan mampu menghasilkan program kerja yang terukur dan selaras dengan AD/ART yang telah difinalisasi.
“Kita disatukan dalam ikatan kebersamaan, bersatu, bersaudara dan berkarya demi sesama,” pungkasnya.














