Menu

Mode Gelap
KKBM Kupang Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Palue Usman Husein Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Bakunase Anggota DPRD NTT Siap Bantu Sembilan Janda Tak Terima Bansos FTZ NTT Harus Dorong Nilai Tambah Komoditas Lokal Gubernur NTT Lantik Lima Pejabat Eselon II dan Kepala UPTD SPAM Rp2,4 Miliar Bantuan Pendidikan untuk Korban Gempa Flores

Ekonomi

FTZ NTT Harus Dorong Nilai Tambah Komoditas Lokal

badge-check


					FTZ NTT Harus Dorong Nilai Tambah Komoditas Lokal Perbesar

Kupang – Pengembangan Free Trade Zone (FTZ) Indonesia-Timor Leste dinilai harus menjadi momentum bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengolah komoditas lokal dan meningkatkan nilai tambah ekonomi di daerah.

Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. David B.W. Pandie, M.Si., mengatakan persoalan utama NTT adalah sebagian komoditas unggulan masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sementara pengolahan dan nilai tambahnya berlangsung di luar daerah.

Hal itu disampaikan David dalam Diskusi Publik “Pengembangan Kawasan Bebas Perdagangan (Free Trade Zone) di Wilayah Perbatasan Indonesia-Timor Leste Tahun 2026” di Aula Pascasarjana Undana, Jumat (11/9/2026).

Menurut David, kopi dan rumput laut merupakan contoh komoditas yang memiliki peluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah untuk pasar nasional maupun internasional.

Timor Leste juga dapat menjadi salah satu pasar strategis bagi produk NTT. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, konektivitas, logistik, kemudahan investasi dan industri pengolahan.

Ketua Dewan Pembina DPP APINDO NTT, Fredi Ongko Saputra, menambahkan bahwa efisiensi logistik menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing usaha.

Menurut Fredi, NTT tidak perlu meniru sepenuhnya model Batam. Skema yang lebih sederhana dapat dikembangkan, termasuk kemudahan perdagangan dan perizinan di kawasan perbatasan seperti Atambua.

Sementara itu, Kepala BIN Daerah NTT Eko Hassep Nurgito mengingatkan agar penguatan perdagangan dibarengi peningkatan kapasitas masyarakat lokal serta sistem pengawasan.

Masyarakat perlu dipersiapkan menjadi pelaku ekonomi, bukan hanya konsumen barang dari luar. Ancaman seperti penyelundupan, perdagangan orang, narkotika dan pencucian uang juga perlu diantisipasi.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka diskusi melalui Zoom menekankan pentingnya menjadikan perbatasan sebagai kawasan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan FTZ perlu diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan perdagangan, tetapi juga memastikan komoditas NTT diolah di daerah, menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati

30 Juli 2026 - 14:17 WIB

Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen

28 Juli 2026 - 05:11 WIB

TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

25 Juli 2026 - 10:26 WIB

Sasando Motor Rote Ndao Buka Cabang di Oesapa, Solusi Tepat Service Motor Mahasiswa

6 Mei 2026 - 08:32 WIB

KKB Bank NTT Jadi Solusi Pembiayaan Kendaraan, Bantu Warga dan Pelaku Usaha Lebih Produktif

4 Mei 2026 - 02:06 WIB

Trending di Ekonomi