Menu ✖

Mode Gelap
PERKEMI NTT Gelar TC Jangka Panjang Menuju Kejuaraan Dunia dan PON Witihama Taan Tou Gelar Futsal Cup 1 Rajut Persaudaraan Diaspora Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Tawaran Bunga Tinggi dari Lembaga Keuangan Ilegal Festival Fronteira 2026 Jadi Ruang Eratkan NTT dan Timor Leste PKB NTT Perkuat Kaderisasi Lewat Coaching Instruktur RSUP Ben Mboi Buka Akses Informasi Tarif Layanan

Kilas NTT

Anggota DPRD NTT Siap Bantu Sembilan Janda Tak Terima Bansos

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Marselinus Anggur Ngganggus saat menyerahkan bantuan beras kepada warga Bakunase Perbesar

Anggota DPRD NTT, Marselinus Anggur Ngganggus saat menyerahkan bantuan beras kepada warga Bakunase

Kupang – Anggota DPRD NTT Marselinus Anggur Ngganggus menyatakan siap membantu sembilan janda warga RT 12, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, yang tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pangan komoditas beras alokasi Juli-September 2026.

Hal ini disampaikan Marselinus saat penyaluran bantuan pangan di Kantor Lurah Bakunase, Senin (14/9/2026).

Sembilan janda tersebut diketahui tidak menerima bantuan karena tidak masuk dalam daftar penerima.

Kondisi ini menjadi sorotan setelah Ketua RT 12 Ebenheiser menyampaikan bahwa terdapat warga yang telah pindah, bahkan meninggal dunia, tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Ebenheiser juga mempertanyakan dasar penetapan sembilan janda tersebut yang masuk dalam desil 10 sehingga tidak tercatat sebagai penerima bantuan.

“Sembilan janda ini masuk desil 10. Apa dasarnya mereka masuk desil 10?” ujarnya.

Menurut Ebenheiser, dari sembilan janda tersebut, dirinya hanya mampu membantu dua orang menggunakan penghasilannya sendiri.

Ia juga mempertanyakan jumlah penerima bantuan yang menurutnya hanya sekitar 40 orang dari sekitar 200 kepala keluarga di Kelurahan Bakunase.

Merespons persoalan tersebut, Marselinus menyatakan akan berkoordinasi dengan lurah untuk membantu sembilan janda tersebut.

“Nanti saya dengan Pak Lurah, dengan cara kami masing-masing akan kami buat untuk bantu,” katanya.

Marselinus juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

Ia menilai persoalan tersebut berkaitan dengan data penerima yang belum valid sehingga masih terdapat warga yang membutuhkan tetapi belum masuk dalam daftar penerima.

“Saya atas nama penyelenggara negara menyampaikan maaf. Kesalahan data karena keterbatasan manusia,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTT Minta Tambahan Kuota BBM Subsidi 5 Persen

14 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Inspektorat NTT Dorong APIP Beralih dari Pemeriksa Menjadi Mitra Strategis

14 Oktober 2026 - 05:13 WIB

PA GMNI NTT Buka Posko Bantuan untuk Korban Gempa SBD

7 Oktober 2026 - 02:32 WIB

GMIT Dukung Program Pemprov NTT untuk Kesejahteraan Pekerja

6 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Simson Polin Sumbang Dua Lampu Solar Cell untuk Warga Loman

26 September 2026 - 04:10 WIB

Trending di Kilas NTT