Menu

Mode Gelap
Dukung Program Sejuta Vaksin HPV BBPOM, Wali Kota: Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks  Rotary Club, GAMKI NTT, dan GMIT Baitesda Bangun 28 Jamban Sehat di Nekon Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026 DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD Gandeng LPK Musubu, Bank NTT Sediakan KUR Khusus Pekerja Migran Asal NTT

Politik

DPRD NTT Usul ASDP Sediakan Ruang Jenazah di Pelabuhan Bolok

badge-check


					Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin Perbesar

Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin

Kupang – Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bolok untuk membangun ruang jenazah di area pelabuhan.

Usulan ini disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV ke PT ASDP Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (14/10/2025).

Sekretaris Komisi IV DPRD NTT, Ana Waha Kolin, menyampaikan bahwa kebutuhan ruang jenazah di pelabuhan sangat penting. Selama ini, jenazah dan keluarga harus menunggu di area yang sama dengan penumpang umum sebelum diberangkatkan ke pulau lain.

“Kita harus apresiasi ASDP karena sistem tiket sudah berbasis online dan mereka sangat tertib. Tapi kami harapkan ada ruang khusus untuk jenazah. Selama ini, peti jenazah bercampur dengan penumpang. Kalau kapal belum berangkat, keluarga tidak punya tempat berdoa atau menunggu dengan tenang,” ujar Ana Waha Kolin, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pihak ASDP menyambut baik dan siap menindaklanjuti usulan tersebut. Ruang jenazah itu diharapkan dapat menjadi tempat persemayaman sementara serta ruang doa bagi keluarga sebelum proses pemberangkatan jenazah ke luar pulau.

Selain soal fasilitas pelabuhan, Komisi IV juga menyoroti armada kapal feri yang beroperasi di NTT. Ana Waha Kolin menegaskan pentingnya perawatan (docking) berkala bagi kapal-kapal lama agar tetap layak beroperasi. Ia juga mendorong agar sejumlah rute yang sempat terhenti, seperti Kupang–Ende dan Kupang–Naikliu, bisa diaktifkan kembali.

“Kami berharap kapal-kapal milik PT Flobamor seperti KM Sirung dan KM Pulau Semau dapat dikelola oleh ASDP agar rute-rute yang selama ini terhenti bisa beroperasi kembali,” ujarnya.

Komisi IV berencana membahas hal tersebut bersama Komisi III DPRD NTT guna menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi.

Dalam kesempatan yang sama, Ana juga menyinggung soal KM Jatra, kapal feri berkapasitas 1.000 penumpang yang sebelumnya melayani masyarakat NTT namun kini dipindahkan ke Jakarta dan direncanakan beroperasi di Sumatera Utara.

“Padahal kapal Jatra sangat cocok untuk melayani masyarakat NTT, terutama saat Natal dan Tahun Baru. Kapal ini besar dan mampu menghadapi kondisi laut ekstrem Desember–Januari,” tegasnya.

Ana berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kembali agar KM Jatra dapat kembali beroperasi di wilayah NTT demi menunjang konektivitas dan pelayanan masyarakat kepulauan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional

21 Januari 2026 - 05:21 WIB

DPRD NTT Dorong Taman Budaya Gerson Poyk Jadi Mesin PAD

20 Januari 2026 - 15:12 WIB

Dewan Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi 

19 Januari 2026 - 13:08 WIB

Dukung Evaluasi Hingga Penutupan Dapur MBG, DPRD NTT: Guna Pastikan Kualitas Layanan Gizi

21 Oktober 2025 - 06:00 WIB

Pemerintah Diminta Revisi Pergub Nomor 13 Tahun 2025

5 Oktober 2025 - 06:41 WIB

Trending di Politik