Menu

Mode Gelap
Rote Ndao Siap Sambut Obor Perdamaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 Gubernur Melky Kantongi Hasil Investigasi Inspektorat Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol PHK 9.000 PPPK Ancam IPM NTT, Anton Landi: Bisa Mundur 5–10 Tahun PDIP Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Minta Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Dividen PAD

Pendidikan

Pemerintah Diminta Prioritaskan Anggaran untuk Bangun Sekolah Tanpa Gedung

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Sheline Lana Perbesar

Anggota DPRD NTT, Sheline Lana

KUPANG – Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membangun dunia pendidikan ke arah yang lebih baik masih jauh dari harapan.

Hal ini terlihat dari masih ada sekolah yang dibiarkan terlantar usai dibangun lima tahun lalu, seperti SMKN Restorasi Timung Wae Rii di Manggarai dan SMA Negeri di Elar di Kabupaten Manggarai.

Misalnya, di SMKN Restorasi Timung Wae Rii. Dibangun pada 2019 silam, aktivitas belajar mengajar masih dilakukan dengan meminjam gedung sekolah dari SMP terdekat. Hal yang sama juga terjadi pada SMA Negeri di Elar, Kabupaten Manggarai.

“Hal ini bukan cuma satu. Dan di beberapa tempat malah anak-anak sekolah itu macam buka tenda saja,” kata Anggota Komisi V DPRD NTT, Sheline Lana di Kupang pada Selasa 29 Juli 2025.

Terkait kondisi ini, anggota DPRD NTT dari Dapil Manggarai Raya merasa prihatin. Menurutnya, pemerintah terkesan lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas yang memadai ketimbang sekolah yang belum memiliki gedung.

“Kondisi ini saya temukan saat melakukan reses di wilayah Manggarai secara keseluruhan,” jelasnya.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Hanura ini juga mengungkapkan bahwa dirinya juga menemukan keberadaan sekolah SMK yang dibangun tidak ditunjang atau didukung dengan fasilitas praktek yang memadai.

“Anak-anak mau praktek bagaimana? Padahal sekolah vokasi ini dibangun untuk anak-anak langsung praktek agar keahlian mereka terasah,” ujarnya.

Dirinya meminta pemerintah memperhatikan sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di seluruh NTT. Sekolah ini harus jadi prioritas pembangunan pemerintah.

“Harus ada revitalisasi untuk sekolah SLB seperti untuk asramanya. Ini harus jadi prioritas,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wali Kota Kupang Tekankan Disiplin ASN dan Akurasi Dapodik

19 Januari 2026 - 13:02 WIB

Belum Terima Gaji 4 Bulan, Belasan Guru PGRI Kota Kupang Mengadu ke Ketua PGRI NTT 

27 Maret 2025 - 05:48 WIB

Pemprov NTT Bayar Gaji Guru dan Tenaga Kependidikan, Ini Alasan Keterlambatan Pembayaran 

20 Maret 2025 - 15:19 WIB

Ketua PGRI NTT Sebut Pemerintah Keliru Keluarakan SK Pensiun ke Ibu Margarita

18 Maret 2025 - 17:11 WIB

Ketua BPH PB PGRI NTT Dukung Penuh Program Melky-Johni di Bidang Pendidikan 

8 Maret 2025 - 04:25 WIB

Trending di Pendidikan