Menu ✖

Mode Gelap
PA GMNI NTT Buka Posko Bantuan untuk Korban Gempa SBD GMIT Dukung Program Pemprov NTT untuk Kesejahteraan Pekerja 294 Guru NTT Disiapkan Jadi Bakal Calon Kepala Sekolah Kejurda Grasstrack Rote Ndao Hidupkan Potensi Atlet dan UMKM Simson Polin Sumbang Dua Lampu Solar Cell untuk Warga Loman Keluarga Filipina Da Costa Laporkan Dugaan Kelalaian Medis 

Breaking News

Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks

badge-check


					Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks Perbesar

Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dijalankan dengan pendekatan pembangunan berbasis data.

Penegasan itu disampaikan dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Satu Tahun Kinerja Melky–Joni di Aula Eltari Kupang, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, sebagai pemapar hasil survei. Diskusi dipandu moderator Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana dengan penanggap Pendeta Dr. Mery Kolimon dan Dr. Laurensius Petrus Syairani.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa forum diskusi publik ini melibatkan berbagai kalangan dan dapat dibedah secara ilmiah.

“Hasilnya bisa menjadi masukan bagi kami untuk bekerja lebih baik di tahun berikutnya,” ujar Melki.

Ia memastikan program Dasa Cita yang dituangkan dalam tujuh pilar pembangunan telah dijalankan selama satu tahun masa kepemimpinan Melky–Joni.

“Paling tidak program Dasa Cita sudah mampu memperbaiki NTT. Kami pastikan tahun depan Dasa Cita berjalan dengan lebih baik,” tegasnya.

Bantah Gunakan Data Hoaks

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki juga membantah tudingan bahwa dirinya menggunakan data hoaks dalam pidato politik saat Rapat Paripurna Satu Tahun Masa Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, seluruh data yang dipaparkan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga resmi pemerintah.

“Kami pastikan data itu resmi karena dibuat oleh BPS, bukan dibuat oleh kami,” tegasnya.

Ia menilai informasi yang menyebut dirinya menggunakan data hoaks adalah tidak benar, sebab seluruh data yang digunakan berasal dari lembaga resmi negara dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun administratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fernando Soares: HKTI NTT Harus Bawa Solusi

16 September 2026 - 07:22 WIB

Kepala BGN Makan Bersama Siswa SDK Penfui

16 September 2026 - 05:39 WIB

Gubernur NTT Lantik Lima Pejabat Eselon II dan Kepala UPTD SPAM

11 September 2026 - 12:42 WIB

Pemprov NTT Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Fokus Genjot PAD

28 April 2026 - 06:19 WIB

Rumah Tak Layak Huni Jadi Fokus Bersama Pemprov dan DPRD NTT

5 Februari 2026 - 15:24 WIB

Trending di Breaking News