Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencatat capaian membanggakan di sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma, sebanyak 3.003 siswa SMA/SMK di NTT berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret keberlanjutan program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dijalankan Pemprov NTT.

Setelah sukses melalui Program Quick Win 2025 yang membuka akses luas ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, hingga institusi TNI dan Polri, kini fokus kebijakan diperkuat melalui pendekatan talent scouting yang lebih sistematis dan terarah.
Program ini sejalan dengan Dasa Cita Melki–Johni di bidang pendidikan yang menargetkan terwujudnya NTT Cerdas. Pemerintah tidak hanya memperluas kesempatan melanjutkan studi, tetapi juga membangun daya saing siswa sejak dini melalui pembinaan terstruktur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil strategi yang dijalankan secara berjenjang.
“Pemerintah hadir sejak awal, mulai dari pemetaan potensi siswa, penguatan akademik, pelaksanaan try out berkala, hingga pendampingan intensif selama proses seleksi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mencatat jumlah siswa kelas XII SMA/SMK di NTT mencapai 81.231 orang, terdiri dari 55.440 siswa SMA dan 25.791 siswa SMK. Dari jumlah tersebut, 3.003 siswa dinyatakan lolos melalui jalur SNBP yang berbasis nilai rapor dan prestasi akademik maupun non-akademik.
Sebaran kelulusan siswa NTT merata di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Universitas Nusa Cendana menjadi kampus tujuan terbanyak dengan 2.260 siswa, diikuti Universitas Timor sebanyak 357 siswa.
Selain itu, siswa NTT juga diterima di sejumlah kampus ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.
Memasuki 2026, Pemprov NTT memperkuat strategi melalui pembentukan tim khusus masuk PTN di sekolah-sekolah, pengembangan klinik PTN, serta layanan bimbingan karier yang lebih terstruktur. Pendataan minat dan bakat siswa juga dilakukan sejak kelas X guna memastikan pembinaan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ambrosius menegaskan, capaian ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik.
“Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang terarah dan berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri generasi muda NTT untuk bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Program Talent Scouting ini baru mencakup jalur prestasi (SNBP). Sementara itu, seleksi melalui ujian tertulis masuk PTN, TNI/Polri, serta sekolah kedinasan masih berlangsung.
Pemerintah Provinsi NTT optimistis, dengan penguatan strategi yang konsisten, pembangunan SDM unggul di daerah ini akan semakin nyata dan berdampak jangka panjang bagi kemajuan NTT. (*/)













