SO, Jakarta – Organisasi warga diaspora asal Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, Witihama Taan Tou, menggelar turnamen Witihama Futsal Cup 1 yang akan digelar di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat.
Ketua Umum Witihama Taan Tou, Kompol S. Aba Wahid Key, menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan guna merajut persaudaraan dan memperkuat persatuan warga Witihama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menurt Wahid, turnamen perdana ini menjadi salah satu upaya organisasi dalam membangun kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat diaspora yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek.
Selain itu, menghadirkan ruang pertemuan bagi warga lintas desa, usia, dan generasi untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, serta menjaga ikatan kekeluargaan dengan tanah kelahiran.
Turnamen futsal ini, kata Wahid merupakan inisiatif positif untuk memperkuat hubungan persaudaraan di antara warga Witihama yang merantau di Jabodetabek.
Karena menurutnya, olahraga, khususnya futsal, memiliki potensi besar sebagai sarana pemersatu masyarakat. Warga tidak hanya berkompetisi di lapangan, tetapi juga membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Ini langkah awal yang bagus bagi Witihama Taan Tou sebagai organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus lalu,” katanya di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengatakan semangat memupuk persatuan dan persaudaraan lintas generasi menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
Kehidupan di perantauan, kata dia, menghadirkan berbagai tantangan, terutama dalam menjaga hubungan sosial dan ikatan kekerabatan. Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung menjadi penting untuk memastikan semangat persaudaraan tetap terpelihara.
Witihama Taan Tou berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi seluruh warga untuk terlibat dalam aktivitas positif.
Turnamen futsal menjadi salah satu pilihan karena olahraga tersebut dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki daya tarik bagi berbagai kelompok usia.
Selain menjadi ajang pertandingan, turnamen ini juga diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan membangun hubungan harmonis dengan generasi sebelumnya.
Ketua Panitia Witihama Futsal Cup 1, Imran Kopong Bahi, menjelaskan turnamen yang digelar untuk pertama kalinya tersebut mendapat sambutan antusias dari warga diaspora Witihama di Jabodetabek.
Antusiasme itu ditunjukkan melalui keikutsertaan 16 tim yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Witihama.
“Ini membuktikan bahwa semua warga memiliki semangat yang sama untuk merajut persatuan dan persaudaraan,” katanya.
Witihama Futsal Cup 1 digelar di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat, dalam dua sesi pertandingan.
Turnamen diawali dengan penampilan tarian tradisional masyarakat Pulau Adonara, yakni Hedung dan Soka. Babak penyisihan grup dimulai pada 25 Oktober 2026, dilanjutkan dengan fase gugur hingga pertandingan final pada 1 November 2026.
Sebanyak 16 tim yang mengikuti turnamen tersebut terdiri dari Naga Darat Lamablawa A dan B, Pusaka Pledo A dan B, Watoone A dan B, Lamaleka A dan B, Siap Weranggere, Sipo Oringbele, Sesado Sandosi, BLL Balaweling-Loga-Lewopulo, Nusa Gersang Honihama, Pamri Riangduli, Pesawat Watololong, dan Pengurus Witihama Taan Tou.
Melalui turnamen perdana ini, Witihama Taan Tou berharap semangat persaudaraan warga diaspora Witihama terus terpelihara dan menjadi fondasi bagi berbagai kegiatan kebersamaan di masa mendatang.













