Kupang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur memperkuat proses kaderisasi melalui pembekalan instruktur Orientasi Politik (Orpol) yang akan bertugas di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Pembekalan ini dilakukan melalui kegiatan Coaching Instruktur Orpol yang digelar DPW PKB NTT, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan instruktur Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN), Badrul Munir, sebagai narasumber.

Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan instruktur agar pelaksanaan orientasi politik, pengukuhan, dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) bagi kader serta struktur partai di tingkat cabang berjalan sesuai ketentuan dan target organisasi.
Aloysius mengungkapkan, coaching instruktur merupakan langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan orientasi politik di tingkat cabang berjalan terarah dan berkualitas.
Menurut Aloysius, pembekalan ini tidak sekadar mempersiapkan pelaksanaan agenda partai, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia serta menyamakan pemahaman kader mengenai ideologi, visi, misi, dan arah perjuangan PKB.
“Para calon instruktur kami persiapkan secara matang sebelum turun ke tingkat DPC di 22 kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, instruktur memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi sekaligus membangun pemahaman politik yang konstruktif di kalangan kader.
Mereka juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai perjuangan partai serta mendorong kader menjalankan fungsi organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.
Aloysius menegaskan, peran instruktur sangat menentukan kualitas orientasi politik karena menjadi penghubung antara kebijakan dan arah perjuangan partai dengan pemahaman kader di tingkat cabang.
“Karena itu, pembekalan instruktur menjadi langkah penting agar proses kaderisasi berlangsung terarah, sistematis, dan berkelanjutan,” katanya.
Dia berharap melalui kegiatan ini, seluruh DPC memiliki kesiapan yang memadai dalam melaksanakan orientasi politik.
“Semoga proses kaderisasi di setiap daerah dapat berjalan lebih efektif dan memperkuat pemahaman kader terhadap ideologi serta arah perjuangan partai,” tandasnya.













