Menu

Mode Gelap
Samuel Haning: Pertina Tetap Satu-satunya Induk Tinju Amatir Indonesia  DPRD NTT Perjuangkan Pelepasan Status Hutan Produksi Manulai I Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT

Politik

DPRD NTT Perjuangkan Pelepasan Status Hutan Produksi Manulai I

badge-check


					DPRD NTT Perjuangkan Pelepasan Status Hutan Produksi Manulai I Perbesar

Kupang – Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PSI, Simson Polin, menyuarakan aspirasi masyarakat Desa Manulai I, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, agar kawasan yang selama ini berstatus hutan produksi yang dapat dikonversi dikeluarkan dari kawasan hutan.

Aspirasi tersebut disampaikan Simson Polin saat bertemu dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, ia meminta dukungan Kementerian Kehutanan untuk meninjau kembali status kawasan demi memberikan kepastian hukum bagi ribuan warga yang telah lama bermukim di wilayah tersebut.

Menurut Simson, masyarakat Desa Manulai I telah menempati kawasan itu sejak puluhan tahun lalu, bahkan sebelum tahun 1945.

Karena itu, mereka berharap pemerintah dapat mengeluarkan wilayah permukiman tersebut dari status hutan produksi yang dapat dikonversi sehingga warga memperoleh hak atas tanah yang mereka tempati.

“Sebagai anggota Komisi IV DPRD NTT dari Fraksi PSI yang bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saya meminta bantuan kepada Menteri Kehutanan agar Desa Manulai I dapat dikeluarkan dari status hutan produksi yang bisa dikonversi,” ujar Simson di Kupang beberapa waktu lalu.

“Dengan begitu masyarakat dapat memiliki sertifikat dan kepastian hak atas tanah mereka,” tambah Simson.

Ia menjelaskan, sedikitnya sekitar 2.000 jiwa saat ini tinggal di kawasan tersebut. Namun, status kawasan hutan masih menjadi kendala utama bagi masyarakat untuk memperoleh legalitas kepemilikan tanah.

Simson menilai penyelesaian persoalan ini penting agar masyarakat memiliki kepastian hukum, akses terhadap pelayanan publik, serta dapat meningkatkan kesejahteraan melalui kepemilikan lahan yang sah.

Ia berharap Kementerian Kehutanan dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan melakukan kajian terhadap status kawasan, sehingga hak-hak masyarakat yang telah lama bermukim di Desa Manulai I dapat memperoleh perlindungan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Soroti Pengalihan Anggaran Jalan Ba’a–Batutua

23 Juli 2026 - 09:13 WIB

Reses DPRD NTT Jadi Ruang Curhat Warga Manulai II

28 Juni 2026 - 09:29 WIB

Reses DPRD NTT di Oetete, Warga Keluhkan MBG, PKH, BBM Langka hingga Jalan Rusak

28 Juni 2026 - 00:46 WIB

DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional

9 Juni 2026 - 02:09 WIB

PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD 

17 Mei 2026 - 16:29 WIB

Trending di Politik