Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyiapkan tiga skema untuk mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa Flores.
Hal itu disampaikan Melki dalam Rapat Paripurna ke-85 DPRD NTT, Senin (24/8/2026), saat menjelaskan perkembangan penanganan bencana.

Skema pertama melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggunakan sepeda motor, termasuk motor trail, untuk menjangkau wilayah terpencil.
Kedua, pemerintah akan memanfaatkan jasa ojek dan kendaraan pikap milik warga setempat yang memahami medan. Biaya distribusi akan ditanggung BNPB.
Ketiga, Pemprov NTT menerapkan mekanisme “ambil dulu, bayar kemudian” untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski bantuan pemerintah belum tiba.
“Tidak boleh ada warga yang tidak bisa makan, tidak bisa minum, tidak bisa tidur dengan baik hanya karena pemerintah belum sampai,” kata Melki.
Menurut Melki, skema tersebut telah diterapkan di Nagekeo dan Ngada dan akan diperluas ke wilayah terdampak lainnya.
Ia mengatakan masa tanggap darurat berlangsung 14 hari dan akan dievaluasi hingga 28 Agustus. Evaluasi mempertimbangkan kondisi di lapangan dan perkembangan informasi dari BMKG.
Di sejumlah wilayah, kondisi warga mulai stabil. Beberapa titik pengungsian di Sikka mulai dibongkar setelah warga yang rumahnya dinyatakan aman kembali beraktivitas.
Namun, Melki meminta kelayakan rumah diperiksa terlebih dahulu sebelum warga kembali. Rumah yang tidak layak huni akan ditangani melalui pembangunan hunian sementara oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain penyaluran bantuan, pemerintah kini memprioritaskan akurasi data kerusakan rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, infrastruktur pemerintah dan fasilitas umum sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kita sama-sama bantu pastikan bahwa data yang masuk itu seakurat mungkin,” ujarnya.
Wakil Ketua I DPRD NTT Fernando Soares mengapresiasi langkah pemerintah dalam menangani dampak gempa Flores.
“Luar biasa, kami apresiasi semua langkah-langkah yang diambil oleh Bapak Gubernur,” kata Fernando.













