Kupang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menerjunkan dua tim tanggap bencana, yakni Panji Bangsa dan Sigap Bangsa, untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekretaris Wilayah DPW PKB NTT, Kaharudin, mengatakan kedua tim tersebut mendapat tugas untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan berbagai kebutuhan lainnya kepada warga terdampak gempa.

Bantuan tersebut akan disalurkan ke sejumlah kabupaten yang terdampak, yakni Ende, Ngada, Sikka, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai.
“Masing-masing koordinator lapangan dari Panji Bangsa, Sahabat Mustamin, dan Sigap Bangsa, Sahabat Edward Tanjung, sudah bergerak di lapangan,” kata Kaharudin, Kamis (20/8/2026)
Selain menyalurkan bantuan, Tim Tanggap Bencana PKB juga akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun lembaga terkait lainnya. Koordinasi dilakukan terutama untuk pendataan kondisi warga dan keberadaan posko pengungsian.
Menurut Kaharudin, tim tidak hanya akan mengunjungi posko utama yang telah dibentuk pemerintah, tetapi juga menyasar posko mandiri atau posko yang didirikan secara perorangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dari PKB dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan dan tidak hanya terpusat di posko-posko utama.
“Kami juga akan fokus pada posko mandiri atau posko perorangan agar memastikan penyaluran bantuan dapat dirasakan oleh semua warga terdampak,” ujarnya.
Kaharudin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak apabila dalam proses penyaluran bantuan masih terdapat warga yang belum terjangkau.
“Kami memohon kepada seluruh masyarakat terdampak apabila bantuan yang diberikan PKB dirasa belum semuanya terjangkau. Kami akan terus berupaya agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, kepedulian PKB terhadap masyarakat terdampak gempa telah dilakukan sejak awal bencana. Sebelum dua tim tanggap bencana diterjunkan, PKB NTT telah menginstruksikan seluruh kader untuk turun langsung membantu warga.
“Karena PKB sadar dan tahu bahwa PKB lahir dari warga masyarakat biasa, sudah barang tentu harus kembali ke masyarakat,” tutup Kaharudin.













