TTU – Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya mendorong pengembangan potensi ekonomi di daerah pedesaan. Salah satunya adalah Desa Tunbes, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Desa Tunbes menerima bantuan peralatan tenun ikat dan sarana pendukung pertanian dari Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT melalui program Dasacita pada Kamis, 8 Oktober 2026 lalu.

Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat usaha berbasis potensi lokal, dan membuka akses pasar bagi produk unggulan desa.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selvi Nange, mengatakan pemberdayaan masyarakat Desa Tunbes merupakan bagian dari implementasi Dasacita pertama, yaitu Dari Ladang dan Lautan Menuju Pasar, serta Dasacita ke-10 tentang kolaborasi.
Selvi menjelaskan, berdasarkan hasil survei dan musyawarah bersama pemerintah serta masyarakat desa, tenun ikat dan pertanian menjadi sektor yang perlu mendapat dukungan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Menurutnya, kerajinan tenun ikat yang dikerjakan perempuan Desa Tunbes memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan peralatan memadai, peningkatan keterampilan, dan inovasi agar produk yang dihasilkan mempunyai nilai jual lebih tinggi.
“Antusiasme mama-mama di Desa Tunbes sangat luar biasa. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas mereka sehingga tenun ikat yang dihasilkan bisa menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan keluarga,” kata Selvi.
Bantuan alat tenun ikat yang diserahkan dalam kegiatan tersebut merupakan hasil karya SMK Negeri Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU. Produk buatan sekolah itu telah tersedia dalam etalase toko daring Mbizmarket dan dapat dibeli melalui mekanisme pengadaan elektronik.
Selvi mengatakan, penggunaan alat tenun produksi lokal merupakan bentuk dukungan terhadap program One School One Product (OSOP). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil karya lembaga pendidikan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Selain tenun ikat, bantuan sarana pendukung pertanian diberikan untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas usaha pertanian. Intervensi ini menyasar kelompok usaha di empat RT Desa Tunbes.
Selvi berharap produk tenun ikat dan hasil usaha masyarakat Tunbes dapat dikembangkan secara berkelanjutan hingga memenuhi kebutuhan pasar.
“Kami sangat mengharapkan produk masyarakat Desa Tunbes bisa dikembangkan menjadi produk unggulan desa dan dipasarkan melalui NTT Mart,” ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, kegiatan Dasacita turut menghadirkan coaching clinic peningkatan mutu tenun ikat dengan instruktur dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten TTU.
Masyarakat juga memperoleh sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank NTT dan BRI Cabang Kefamenanu sebagai upaya memperluas informasi mengenai akses pembiayaan usaha.
Kegiatan tersebut dilengkapi pameran produk lokal oleh empat RT, lomba tarian Likurai, serta lomba makanan lokal nonberas. Selain menjadi ruang promosi potensi desa, rangkaian kegiatan ini juga diarahkan untuk menjaga kelestarian budaya dan mendorong pemanfaatan pangan lokal.
Dia berharap masyarakat Desa Tunbes tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menghasilkan produk lokal yang memiliki daya saing di pasar.













