Menu

Mode Gelap
Setahun Melky–Joni Pimpin NTT, Kemiskinan Turun dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks Kejari Kabupaten Kupang Catat Capaian Signifikan Pemulihan Kredit Macet BRI Kejari Kota Kupang Tegaskan Penetapan Tersangka Chris Liyanto Sah Secara Yuridis DPRD NTT Soroti Tarif Tiket Motor Kapal ASDP Rute Kupang–Rote KKBM Kupang Gelar Raker 2025-2028, Perkuat Sinergi dan Konsolidasi Organisasi

Ekonomi

Setahun Melky–Joni Pimpin NTT, Kemiskinan Turun dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen

badge-check


					Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena Perbesar

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

Kupang – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memaparkan capaian kinerja satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Satu Tahun Masa Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Jumat, 20 Februari 2026.

Dalam pemaparannya, Melki menyampaikan bahwa angka kemiskinan di NTT per September 2025 tercatat sebesar 17,50 persen atau sekitar 1.031.690 orang. Angka tersebut menurun 1,52 persen poin dibandingkan September 2024 yang berada pada 19,02 persen.

Di sisi lain, laju pertumbuhan ekonomi NTT pada 2025 mencapai 5,14 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin bergerak dan penguatan daya dorong pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, tahun pertama kepemimpinan Melky–Joni difokuskan sebagai tahun fondasi dengan penataan sistem, penegasan arah pembangunan, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Di tengah penyesuaian fiskal nasional dan kebijakan efisiensi, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan tiga prioritas utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pelayanan dasar, dan menggerakkan ekonomi lokal.

Pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, diarahkan agar berdampak langsung pada masyarakat melalui penguatan ekonomi rakyat. Sejumlah langkah ditempuh, antara lain pengembangan program One Village One Product (OVOP), pemberdayaan UMKM, optimalisasi belanja produk lokal, serta pembentukan NTT Mart sebagai simpul distribusi produk daerah.

Penurunan angka kemiskinan tersebut, menurut Melki, turut didukung penguatan bantuan sosial, perbaikan harga komoditas, meningkatnya aktivitas ekonomi desa, serta stabilitas inflasi pangan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lebih dari satu juta warga NTT masih hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga upaya penanggulangan kemiskinan harus terus diperkuat.

Penanganan kemiskinan, katanya, perlu dilakukan secara terintegrasi lintas sektor, meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta tata kelola berbasis data keluarga sasaran.

Dalam aspek ketimpangan, Gini Ratio NTT tercatat sebesar 0,322 yang berada pada kategori sedang. Angka ini menunjukkan distribusi pengeluaran antar kelompok masyarakat belum sepenuhnya merata.

Ia menambahkan, tantangan ketimpangan di NTT juga dipengaruhi kondisi geografis sebagai provinsi kepulauan, sehingga kesenjangan tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi juga antarwilayah, baik antara perkotaan dan perdesaan maupun antar pulau besar dan pulau kecil.

Karena itu, kebijakan pemerataan ke depan akan difokuskan pada penguatan infrastruktur konektivitas, distribusi logistik, serta peningkatan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan di wilayah perdesaan dan kepulauan.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka per November 2025 berada pada angka 3,10 persen, menurun dibandingkan periode sebelumnya. Kendati demikian, struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor informal sehingga peningkatan kualitas dan keberlanjutan pekerjaan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kredit Mulai Pulih, Bank NTT Optimis Capai Dividen Rp 43,6 Miliar pada 2026

21 Januari 2026 - 16:53 WIB

DPRD NTT Sambut Positif Rencana Bandara El Tari Berstatus Internasional

21 Januari 2026 - 05:21 WIB

Gandeng LPK Musubu, Bank NTT Sediakan KUR Khusus Pekerja Migran Asal NTT

19 Januari 2026 - 17:48 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha di NTT Kembangkan Produk Usaha dari Laut

30 Oktober 2025 - 10:48 WIB

Pemerintah Diminta Bangun NTT Mart di Daerah Perbatasan 

14 September 2025 - 14:06 WIB

Trending di Ekonomi