Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan 294 guru SMA, SMK dan SLB untuk menjadi bakal calon kepala sekolah.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di NTT.

Para guru mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 secara bertahap yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di Kupang (5/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari proses menyiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kemampuan memimpin dan mengelola satuan pendidikan.
“Ini kegiatan bersejarah karena baru pertama kali dilakukan kegiatan pelatihan bakal calon kepala sekolah,” kata Ambrosius.
Ia menjelaskan, kepala sekolah tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga kompetensi kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan sumber daya, supervisi guru dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan data.
Karena itu, peserta dibekali pemahaman mengenai tugas dan fungsi kepala sekolah, perencanaan berbasis data, pengembangan budaya sekolah yang positif, pengelolaan guru dan tenaga kependidikan hingga kemampuan membangun kemitraan dengan orang tua dan masyarakat.
Dari 294 peserta, sebanyak 159 guru mengikuti tahap pertama. Sebanyak 158 orang hadir, sementara satu peserta tidak dapat mengikuti kegiatan karena sedang mengalami kedukaan dan akan dialihkan ke Diklat BCKS tahap II.
Sebanyak 135 peserta lainnya akan mengikuti tahap kedua yang dijadwalkan pada 31 Oktober 2026.
Diklat tahap pertama berlangsung selama 13 hari dengan pola tiga hari daring dan sembilan hari luring. Peserta berasal dari 22 kabupaten/kota di NTT.
Pelatihan melibatkan fasilitator dari Direktorat KSPSTK, kepala sekolah, pengawas sekolah dan tenaga kependidikan bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT.
Program ini, kata Ambrosius untuk menjawab kebutuhan pengisian 97 jabatan kepala sekolah yang masih kosong dan tersebar di hampir seluruh kabupaten di NTT.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan penyiapan calon kepala sekolah penting untuk mempersiapkan masa depan kualitas pendidikan di NTT.
“Ini program bagus untuk mempersiapkan masa depan kualitas pendidikan di NTT,” kata Melki.
Ia menekankan kepala sekolah harus memiliki kemampuan akademik, karakter, integritas, serta menjadi penggerak pendidikan karakter dan kewirausahaan di sekolah.
Melki juga mengingatkan para calon kepala sekolah untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
“Pokoknya para guru harus belajar terus, belajar terus untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya.
Menurutnya, ruang kelas harus menjadi ruang dialog dan diskusi, bukan sekadar tempat penyampaian materi.













