Menu

Mode Gelap
Rote Ndao Siap Sambut Obor Perdamaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 Gubernur Melky Kantongi Hasil Investigasi Inspektorat Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol PHK 9.000 PPPK Ancam IPM NTT, Anton Landi: Bisa Mundur 5–10 Tahun PDIP Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Minta Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Dividen PAD

Politik

Dewan Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi 

badge-check


					Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa Perbesar

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa

Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi diterpa bencana hidrometeorologi dalam beberapa pekan ke depan.

Ancaman tersebut dipicu oleh munculnya bibit siklon tropis 97S di wilayah utara Benua Australia.

Bibit siklon ini diperkirakan akan menyebabkan peningkatan curah hujan sedang hingga lebat di wilayah NTT pada periode 17–23 Januari 2026.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, longsor, serta gangguan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Menyikapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif, khususnya dalam penyediaan stok pangan bagi masyarakat terdampak.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terkait pemanfaatan cadangan beras provinsi jika terjadi bencana.

“Saat ini tersedia cadangan beras provinsi sebesar 20 ton yang harus siap dimobilisasi apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya di Kupang pada Senin 19 Januari 2026.

Selain itu, Yunus juga meminta Dinas Pertanian untuk menyiapkan bibit tanaman unggul sebagai langkah pemulihan pascabencana. Bibit tersebut nantinya akan disalurkan kepada petani yang mengalami gagal panen akibat bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh jajaran untuk menghadapi potensi bencana tersebut.

“Kami sudah menghimbau para penyuluh pertanian di lapangan untuk melakukan langkah mitigasi dan adaptasi terhadap bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penyiapan benih atau bibit pengganti bagi petani pascabencana.

“Selain penyiapan benih yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, kami juga akan melakukan perbaikan saluran irigasi untuk meminimalisir dampak kerusakan,” tandasnya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat bergerak cepat dan terkoordinasi guna menjaga ketahanan pangan serta melindungi mata pencaharian petani di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga

13 Maret 2026 - 11:27 WIB

DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol

5 Maret 2026 - 12:51 WIB

PHK 9.000 PPPK Ancam IPM NTT, Anton Landi: Bisa Mundur 5–10 Tahun

5 Maret 2026 - 11:25 WIB

PDIP Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Minta Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Dividen PAD

4 Maret 2026 - 14:41 WIB

DPRD NTT Siapkan Payung Hukum Baru Pengelolaan DAS yang Adaptif dan Komprehensif

2 Maret 2026 - 12:09 WIB

Trending di Politik