Menu

Mode Gelap
Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

Politik

DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol

badge-check


					Mesjid di Desa Papela, Kabupaten Rote Ndao terendam air laut akibat tanggul jebol. Foto: Istimewa Perbesar

Mesjid di Desa Papela, Kabupaten Rote Ndao terendam air laut akibat tanggul jebol. Foto: Istimewa

Kupang – Gelombang tinggi yang menerjang beberapa waktu lalu telah menjebol tanggul penahan air laut yang selama ini melindungi permukiman dan tempat ibadah masyarakat Desa Papela Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Akibatnya, air laut mulai merangsek masuk ke kawasan desa. Sejumlah rumah warga terendam, bahkan masjid yang berdiri tidak jauh dari bibir pantai ikut terdampak.

Bagi warga Desa Papela, kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Masjid yang biasanya ramai oleh jamaah untuk salat lima waktu dan salat tarawih kini terancam tergenang air laut jika tanggul yang jebol tidak segera diperbaiki.

Anggota Komisi IV DPRD NTT dari daerah pemilihan Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sabu Raijua, Simson Polin, menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten Rote Ndao perlu segera mengambil langkah cepat agar kerusakan tanggul tidak semakin memperparah dampak bagi masyarakat pesisir.

“Harus segera ditindaklanjuti. Kalau tidak, maka masjid yang ada di Pantai Papela akan terus tergenang air laut,” ujar Simson kepada wartawan di Kupang, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan tanggul bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan aktivitas keagamaan masyarakat setempat.

Simson berharap pemerintah dapat memanfaatkan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) baik dari Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memperbaiki tanggul yang rusak.

Perbaikan tanggul, kata dia, menjadi langkah mendesak agar air laut tidak terus masuk ke permukiman warga dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman.

Bagi warga Papela, tanggul itu bukan sekadar tembok penahan ombak. Ia adalah pelindung rumah, tempat ibadah, dan kehidupan mereka di tepi laut. Kini mereka hanya berharap pemerintah segera hadir sebelum gelombang berikutnya datang membawa kerusakan yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Soroti Pengalihan Anggaran Jalan Ba’a–Batutua

23 Juli 2026 - 09:13 WIB

Reses DPRD NTT Jadi Ruang Curhat Warga Manulai II

28 Juni 2026 - 09:29 WIB

Reses DPRD NTT di Oetete, Warga Keluhkan MBG, PKH, BBM Langka hingga Jalan Rusak

28 Juni 2026 - 00:46 WIB

DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional

9 Juni 2026 - 02:09 WIB

PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD 

17 Mei 2026 - 16:29 WIB

Trending di Politik