Menu

Mode Gelap
Setahun Melky–Joni Pimpin NTT, Kemiskinan Turun dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks Kejari Kabupaten Kupang Catat Capaian Signifikan Pemulihan Kredit Macet BRI Kejari Kota Kupang Tegaskan Penetapan Tersangka Chris Liyanto Sah Secara Yuridis DPRD NTT Soroti Tarif Tiket Motor Kapal ASDP Rute Kupang–Rote KKBM Kupang Gelar Raker 2025-2028, Perkuat Sinergi dan Konsolidasi Organisasi

Breaking News

Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks

badge-check


					Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Berbasis Data, Bantah Gunakan Data Hoaks Perbesar

Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dijalankan dengan pendekatan pembangunan berbasis data.

Penegasan itu disampaikan dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Satu Tahun Kinerja Melky–Joni di Aula Eltari Kupang, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, sebagai pemapar hasil survei. Diskusi dipandu moderator Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana dengan penanggap Pendeta Dr. Mery Kolimon dan Dr. Laurensius Petrus Syairani.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa forum diskusi publik ini melibatkan berbagai kalangan dan dapat dibedah secara ilmiah.

“Hasilnya bisa menjadi masukan bagi kami untuk bekerja lebih baik di tahun berikutnya,” ujar Melki.

Ia memastikan program Dasa Cita yang dituangkan dalam tujuh pilar pembangunan telah dijalankan selama satu tahun masa kepemimpinan Melky–Joni.

“Paling tidak program Dasa Cita sudah mampu memperbaiki NTT. Kami pastikan tahun depan Dasa Cita berjalan dengan lebih baik,” tegasnya.

Bantah Gunakan Data Hoaks

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki juga membantah tudingan bahwa dirinya menggunakan data hoaks dalam pidato politik saat Rapat Paripurna Satu Tahun Masa Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, seluruh data yang dipaparkan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga resmi pemerintah.

“Kami pastikan data itu resmi karena dibuat oleh BPS, bukan dibuat oleh kami,” tegasnya.

Ia menilai informasi yang menyebut dirinya menggunakan data hoaks adalah tidak benar, sebab seluruh data yang digunakan berasal dari lembaga resmi negara dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun administratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Tak Layak Huni Jadi Fokus Bersama Pemprov dan DPRD NTT

5 Februari 2026 - 15:24 WIB

Pemprov dan Pemda Diminta Proaktif Akses Anggaran dari Pemerintah Pusat

5 Februari 2026 - 06:46 WIB

KKBM Kupang Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Kota Kupang dan NTT

28 Desember 2025 - 10:54 WIB

Gubernur Melky Dijadwalkan Lantik Pengurus Keluarga Maumere Kupang

26 Desember 2025 - 15:46 WIB

Bantah Isu Transaksi Jabatan, Yos Rasi: Pelantikan Pejabat Sudah Lewati Tahapan BKN

12 Oktober 2025 - 12:36 WIB

Trending di Breaking News