Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dijalankan dengan pendekatan pembangunan berbasis data.
Penegasan itu disampaikan dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Satu Tahun Kinerja Melky–Joni di Aula Eltari Kupang, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, sebagai pemapar hasil survei. Diskusi dipandu moderator Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana dengan penanggap Pendeta Dr. Mery Kolimon dan Dr. Laurensius Petrus Syairani.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa forum diskusi publik ini melibatkan berbagai kalangan dan dapat dibedah secara ilmiah.
“Hasilnya bisa menjadi masukan bagi kami untuk bekerja lebih baik di tahun berikutnya,” ujar Melki.
Ia memastikan program Dasa Cita yang dituangkan dalam tujuh pilar pembangunan telah dijalankan selama satu tahun masa kepemimpinan Melky–Joni.
“Paling tidak program Dasa Cita sudah mampu memperbaiki NTT. Kami pastikan tahun depan Dasa Cita berjalan dengan lebih baik,” tegasnya.
Bantah Gunakan Data Hoaks
Pada kesempatan itu, Gubernur Melki juga membantah tudingan bahwa dirinya menggunakan data hoaks dalam pidato politik saat Rapat Paripurna Satu Tahun Masa Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, seluruh data yang dipaparkan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga resmi pemerintah.
“Kami pastikan data itu resmi karena dibuat oleh BPS, bukan dibuat oleh kami,” tegasnya.
Ia menilai informasi yang menyebut dirinya menggunakan data hoaks adalah tidak benar, sebab seluruh data yang digunakan berasal dari lembaga resmi negara dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun administratif.














