Menu

Mode Gelap
Kejati NTT Komitmen Dampingi Bank NTT Secara Hukum Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati Jokowi Dinilai Masih Memiliki Ikatan Emosional dengan Masyarakat NTT Simson Polin: Kunjungan Jokowi Jadi Kehormatan bagi Masyarakat NTT Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

Ekonomi

Kelompok Budidaya Ikan Lele Bethesda Jual Ratusan Kilogram Ikan Lele di Panen Perdana

badge-check


					Kelompok Budidaya Ikan Lele Bethesda Lakukan Panen Perdana Perbesar

Kelompok Budidaya Ikan Lele Bethesda Lakukan Panen Perdana

Kupang – Kelompok Budidaya Ikan Sahabat Lele Bethesda berhasil jual ratusan kilogram ikan Lele di Paanen Perdana mereka pada Jumad (21/02/2025).

Panen ini dilakukan setelah melakukan pembudidayaaan ikan Lele selama tiga bulan lebih di lokasi pembudidayaan di jalan Mentari RT 15/RW 5, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang.

Ketua Kelompok Kelompok Budidaya Ikan Lele Bethesda, Imanuel Koilham mengatakan keberhasilan mereka saat ini adalah berkat bantuan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kelompok mereka adalah satu dari tiga kelompok yang mendapat bantuan program reguler pembudidayaan dan pembesaran ikan Lele dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Ada empat kelompok yang terima program reguler dari kementerian seluruh Indonesia untuk tahun 2024. Salah satunya adalah kelompok kami,” ujar Imanuel kepada EkoraNTT di Kupang pada Jumad 21 Februari 2024.

Beranggotakan sepuluh orang, mereka melakukan pembudidayaan dan pembesaran 15.000 bibit Ikan Lele yang dimulai sejak bulan November 2024 lalu.

“Sekarang kami sudah menikmati hasilnya. Selanjutnya adalah tetap melakukan budidaya ikan Lele,” terangnya.

Pembudidayaan dan pembesaran ikan Lele dilakukan lahan seluas 16×13 meter. Bantuan yang diterima berupa 15.000 bibit, enam kolam atau bak dan juga pakan.

Pembudidayaan dan pembesaran ikan Lele ini, kata Imanuel menggunakan teknologi bioflok.

“Seluruh pembuatan tempat pembudidayaan ini dibangun sepenuhnya oleh tenaga teknis dari kementerian,” terangnya.

“Pembudidayaan ini gunakan teknologi terbaru bahkan tenaga teknis dari kementerian yang datang buat ini tempat pembudidayaan,” terangnya.

Ia mengakui bahwa program ini telah memberi banyak ilmu kepada kelompoknya tentang budidaya ikan Lele yang baik dan benar.

Selama tiga bulan melakukan pembudidayaan, mereka selalu dibantu oleh petugas penyuluh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kupang.

“Kami selalu berharap pemerintah selalu mendampingi kelompok kami bukan hanya pada saat terima bibit dan panen perdana saja,” ujarnya.

Kelompok Budidaya Ikan Sahabat Lele Bethesda telah telah menerima manfaat dari program pembudidayaan dan pembesaran ikan Lele ini.

10 anggota kelompok, kata Imanuel berhasil menjual 400 kilogram lebih Ikan Lele yang disebar di enam bak penampung atau kolam.

“Karena perdana satu kilo kami jual dengan harga Rp35 ribu. Setelah ini kami jual dengan harga normal sekitar Rp40-45 ribu per kilo,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank NTT Perkuat Pendampingan Hukum Bersama Kejati

30 Juli 2026 - 14:17 WIB

Transformasi Bank NTT Berbuah Manis, Laba Bersih Melonjak 31,94 Persen

28 Juli 2026 - 05:11 WIB

TPID NTT Libatkan Sekolah Kendalikan Inflasi Lewat Cabai

25 Juli 2026 - 10:26 WIB

Sasando Motor Rote Ndao Buka Cabang di Oesapa, Solusi Tepat Service Motor Mahasiswa

6 Mei 2026 - 08:32 WIB

KKB Bank NTT Jadi Solusi Pembiayaan Kendaraan, Bantu Warga dan Pelaku Usaha Lebih Produktif

4 Mei 2026 - 02:06 WIB

Trending di Ekonomi