Menu

Mode Gelap
Sekretariat DPRD NTT Dukung Ketersediaan Darah Pemprov NTT Pastikan Praktik Baik Land4Lives Berlanjut HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG Fernando Soares: HKTI NTT Harus Bawa Solusi Kepala BGN Makan Bersama Siswa SDK Penfui Pimpin HKTI NTT, Fernando Soares Pastikan Petani NTT Naik Kelas

Kilas NTT

Konflik Buaya dan Manusia Kembali Terjadi di Kabupaten Kupang 

badge-check


					Foto : Istimewa/Ilustrasi Buaya Perbesar

Foto : Istimewa/Ilustrasi Buaya

Kupang – Konflik antara buaya dan manusia kembali terjadi di Suaka Margasatwa (SM) Danau Tuadale Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Serangan buaya kali ini menimpa Yafet Maak (50) warga Desa Sumlili RT 11, RW 06 Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Sebelumnya, pada 10 Februari 2025 korban yang jadi serangan buaya dialami Jiky Orlando (27).

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Arief Mahmud mengatakan, Yafet diserang buaya saat memanah ikan pada Jumad 28 Februari sekira pukul 23.55 Wita.

“Korban diserang saat berjalan di tepi danau dengan kedalam kurang lebih 4 meter,” ujar Arief di Kupang pada Senin 3 Maret 2025.

Akibat serangan buaya, korban alami luka di tumit, betis, paha kanan bagian belakang dan pergelangan tangan kanan. Korban sempat di dibawa buaya ke air yang dalam.

Korban selamat setelah temannya mendengar teriakan minta tolong. berhasil memukul kepala buaya dengan kayu.

“Beruntung dia berhasil lepas dari gigitan buaya setelah teman korban yang berada

sekitar 20 m dari lokasi kejadian tiba dan memukul kepala buaya tersebut dengan kayu,” terangnya.

Korban dievakuasi ke pemukiman warga di Desa Sumlili oleh temannya dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Ben Boy Kupang.

Arif menjelaskan bahwa Suaka Margasatwa Danau Tuadale merupakan habitat lahan basah danau, hutan bakau, hutan pantai.

Ada juga saluran air yang terhubung ke laut yang memungkinkan buaya mudah berpindah tempat ke lokasi lain melalui saluran air ke laut.

Catatan BBKSDA NTT, Yafet Maak merupakan korban ke 60 dalam 6 tahun terakhir sejak tahun 2019 hingga awal tahun 2025.

“Hingga saat ini, 31 orang telah meninggal dan 29 orang luka hingga cacat,” ungkapnya.

Dia mengatakan, angka korban konflik manusia dengan buaya di wilayah ini cukup tinggi.

“Sejak tahun 2019 tercatat setidaknya 9 kejadian yang menyebabkan jatuhnya korban,” tutupnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat selalu waspada melakukan aktivitas di perairan sungai maupun perairan dekat muara saat musim hujan. (*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTT Pastikan Praktik Baik Land4Lives Berlanjut

18 September 2026 - 01:19 WIB

HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG

16 September 2026 - 15:42 WIB

Pimpin HKTI NTT, Fernando Soares Pastikan Petani NTT Naik Kelas

15 September 2026 - 07:25 WIB

KKBM Kupang Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Palue

14 September 2026 - 11:46 WIB

Usman Husein Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Bakunase

14 September 2026 - 06:43 WIB

Trending di Kilas NTT