Menu

Mode Gelap
Rote Ndao Siap Sambut Obor Perdamaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 Gubernur Melky Kantongi Hasil Investigasi Inspektorat Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol PHK 9.000 PPPK Ancam IPM NTT, Anton Landi: Bisa Mundur 5–10 Tahun PDIP Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Minta Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Dividen PAD

Kilas NTT

Warga Desa Bone Usul Pembangunan Rumah Ibadah, Dewan: Butuh Perhatian Bersama 

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi saat reses di Desa Bone Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Perbesar

Anggota DPRD NTT, Klara Motu Loi saat reses di Desa Bone Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka

 

Kupang – Anggota DPRD Provinsi NTT, Klara Motu Loi berkesempatan melakukan reses di Desa Bone, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Belu pada 14 Juli 2025 lalu.

Dalam dialog tersebut, warga meminta anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB membantu memfasilitasi pembangunan Gereja Musafir yang berada di Desa Bone.

“Reses di Desa Bone, warga minta permohonan bantuan pembangunan gereja Musafir,” kata Klara di Kupang.

Dia mengatakan, informasi yang diperoleh ini akan diteruskan kepada pemerintah agar ada perhatian dari pemerintah terkait pembangunan gereja Musafir.

“Akan saya teruskan kepada pemerintah supaya ada perhatian,” ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah dapat melihat kebutuhan masyarakat ini. Pasalnya, pembangunan tidak hanya fisik semata akan tetapi pembangunan iman juga penting.

“Kita berharap pemerintah bisa mendengar dan membantu pembangunan gereja Musafir di Desa Bone,” harapnya.

Perhatian Bersama

Proses pembangunan Gereja Musafir menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik masyarakat setempat, pemerintah daerah, maupun organisasi keagamaan.

Pembangunan gereja yang telah dirintis warga ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah yang layak bagi umat di wilayah tersebut.

Namun hingga saat ini, pembangunan belum bisa diselesaikan akibat berbagai kendala seperti keterbatasan dana.

Klara mengungkapkan bahwa bahwa antusiasme jemaat sangat besar, namun terbatasnya sumber daya menjadi hambatan utama.

“Mereka telah upayakan penggalangan dana dari jemaat dan donatur, namun masih belum mencukupi,” jelasnya.

Menanggapi kelurahan ini, Anggota DPRD asal dapil 8 (Malaka, Belu, TTU) berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan tokoh masyarakat agar pembangunan ini bisa segera rampung.

Dia menyebut, pembangunan rumah ibadah bukan sekadar proyek fisik, tapi juga simbol kehadiran nilai-nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

“Semua pihak perlu duduk bersama dan melihatnya dari perspektif kebersamaan,” pungkas Klara yang adalah anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rote Ndao Siap Sambut Obor Perdamaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026

22 Maret 2026 - 09:45 WIB

Gubernur Melky Kantongi Hasil Investigasi Inspektorat

17 Maret 2026 - 01:56 WIB

Pemotongan TKD Kabupaten Alor Capai Rp140 Miliar, Wabup Optimis Program Bisa Berjalan 

12 November 2025 - 11:10 WIB

Aturan Pembatasan Peredaran Ternak Rugikan Pengusaha Babi Asal Sumba

28 Oktober 2025 - 06:48 WIB

Belum Nikmati Listrik PLN, Warga 10 Desa di Alor Masih Gunakan Lampu Pelita

1 Agustus 2025 - 05:17 WIB

Trending di Kilas NTT