Kupang – Kabupaten Rote Ndao menyatakan kesiapan penuh menyambut kedatangan Obor Perdamaian dalam rangka Festival Paskah Pemuda Sinode GMIT 2026.
Kesiapan tersebut terungkap dalam pertemuan antara Ketua Panitia Festival Paskah, Simson Polin bersama pengurus Pemuda GMIT dengan para pimpinan klasis dan koordinator teritori pemuda di wilayah Rote Ndao.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Klasis Lobalain Pdt. Mariana J.B.B. Nalle-Sirah, S.Th, Ketua Klasis Pantai Baru Pdt. Robi Kadafuk, S.Th, Ketua Klasis Rote Barat Daya Pdt. Ezry Pono, S.Th, serta Koordinator Teritori Pemuda Rote Ndao, Reoriki Jacob Lazarus, S.Pd.
“Seluruh peserta menyepakati dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan penyambutan Obor Perdamaian,” ujar Simson di Kupang pada Sabtu (22/4/2026).
Dia menjelaskan, Obor Perdamaian akan memulai perjalanan dari Klasis Belu pada 28 Maret 2026 dan melintasi sejumlah wilayah di daratan Timor, yakni Klasis TTU, Klasis Soe, Klasis Kupang Timur, Klasis Kota Kupang Timur, hingga Klasis Kota Kupang.
Selanjutnya, pada 9 April 2026, obor akan diberangkatkan menuju Rote Ndao menggunakan Kapal Ferry Garda Maritim.
Di Rote Ndao, obor akan disambut di Klasis Pantai Baru dan Klasis Rote Timur, kemudian diarak menuju Klasis Lobalain. Pada 10 April 2026, Obor Perdamaian dijadwalkan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao setelah pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Rote Ndao.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan arak-arakan obor menuju Fiulain di wilayah Klasis Rote Barat Daya. Fiulain dikenal sebagai lokasi bersejarah masuknya Injil dan pendidikan pertama di Rote Ndao yang dibawa dari Batavia oleh Foeh Mbura (Benjamin Messakh) sekitar tahun 1729.
“Di tempat tersebut akan dilaksanakan refleksi Paskah di gereja tua yang memiliki mimbar batu dan akan dipimpin oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th,” terangnya.
Selanjutnya, Obor Perdamaian akan dibawa ke Klasis Rote Selatan, tepatnya di Titik Nol, untuk disimpan sebagai simbol pesan damai.
Melalui kegiatan ini, Pemuda GMIT membawa pesan “Dari Beranda Terselatan Nusantara untuk Indonesia di Tengah Dunia yang Terluka,” sebagai wujud komitmen menghadirkan damai dan harapan bagi bangsa. (*)
















