Menu

Mode Gelap
Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026 DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD  PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT Kepsek SMA Negeri 3 Kupang Bantah Tudingan Pungli dalam Proses Mutasi Siswa

Politik

Dapat Dukungan Politik dari PKB, Peluang Amfoang Jadi Kabupaten Baru Segera Terwujud 

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD NTT, Junus Naisunis Perbesar

Anggota Komisi II DPRD NTT, Junus Naisunis

Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena kembali mengusulkan delapan Dareh Otonomi Baru (DOB) termasuk wilayah Amfoang.

Berada di Kabupaten Kupang dan berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste tepatnya di Oekusi juga sebagai daerah dengan kategori Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T), Amfoang memiliki keunggulan untuk mekar menjadi kabupaten sendiri.

Anggota Komisi I DPRD NTT sekaligus Ketua Panitia DOB Amfoang, Junus Naisunis mengatakan syarat pemekaran sesuai peraturan telah sepenuhnya dimilki Amfoang.

Seperti, persetujuan masyarakat melepas tanah untuk dijadikan lokasi pembangunan ibu kota (Civic Center), daerah kategori 3T dan berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

“Kesepakatan bersama masyarakat, ibu kotanya berada di Kecamatan Amfoang Barat Laut dengan ibu kota Soliu,” kata Junus Naisunis di Kupang pada Rabu 30 Juli 2025.

Pemilihan Soliu sebagai Ibu Kota Kabupaten Amfoang dikarenakan secara geografis sangat strategis, wilayahnya yang luas, berada dekat pantai dan didukung masyarakat.

“Panitia menyampaikan terimakasih kepada bapak gubernur karena telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat dari delapan calon DOB termasuk Amfoang,” ungkapnya.

Dirinya berharap, gubernur terus berusaha berjuang dan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar aspirasi masyarakat terkait usulan pembentukan delapan DOB baru di NTT termasuk DOB Amfoang bisa terwujud.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB mengakui bahwa persiapan usulan pemekaran Amfoang dimulai sejak 2011 lalu dan ditetapkan DPRD Provinsi NTT pada 17/12/2015 sebagai DOB usulan dari Provinsi NTT dan pada 30/12/2015 berkas diserahkan ke Mendagri untuk diproses.

“Karena adanya moratorium maka tidak pernah terlaksana hingga saat ini,” terangnya.

Secara administrasi, wilayah Amfoang saat ini telah memiliki enam kecamatan yakni, Kecamatan Amfoang Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Tengah, Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya dan Kecamatan Amfoang Timur.

“Amfoang juga berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kabupaten TTU, Kabupaten TTS juga Kabupaten Kupang,” ucapannya

Dia juga mengakui bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara politik telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan Kabupaten Amfoang.

“Secara politik, PKB dukung penuh pemekaran delapan DOB termasuk Amfoang,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional

9 Juni 2026 - 02:09 WIB

PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD 

17 Mei 2026 - 16:29 WIB

DPRD NTT Usulkan Ada Payung Hukum bagi ODGJ

22 April 2026 - 04:42 WIB

PSI Setujui Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda, Tekankan Transparansi dan Target Dividen 2026

9 April 2026 - 06:52 WIB

Setujui Perseroda, PDI Perjuangan Beri Catatan Kritis untuk Transformasi Bank NTT

9 April 2026 - 06:32 WIB

Trending di Politik