Menu

Mode Gelap
Sasando Motor Rote Ndao Buka Cabang di Oesapa, Solusi Tepat Service Motor Mahasiswa KKB Bank NTT Jadi Solusi Pembiayaan Kendaraan, Bantu Warga dan Pelaku Usaha Lebih Produktif Stan Sederhana, Karya Luar Biasa: Pesona SMKN 1 Waikabubak di Panggung Hardiknas Gubernur Melky Apresiasi Inovasi UPTD Tekkomdik Lahirkan Buku Peta Satuan Pendidikan Dari Tomat hingga Studio Mini, SMK Sasitamean Curi Perhatian di Pameran Hardiknas NTT Kisah Simson Polin, Dari Jualan Es Manis di Pelabuhan Pantai Baru Hingga Kursi DPRD NTT

Politik

Dewan Dukung Langkah Pemerintah Hadirkan Migran Center untuk Lindungi Pekerja Migran

badge-check


					Anggota DPRD NTT, Debora Lende. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota DPRD NTT, Debora Lende. (Foto: Istimewa)

Kupang – Anggota Komisi V DPRD NTT, Debora Lende mendukung langkah Gubernur NTT, Emanuel Melky Laka Lena menghadirkan Migran Center sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan terpadu bagi para pekerja migran Indonesia dan mencegah terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dia menilai kehadiran Migran Center sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh para PMI, mulai dari pra-keberangkatan hingga pasca-kepulangan.

Selain itu, kehadiran Migran Center bisa menjadi pusat informasi, pelatihan, perlindungan hukum, hingga rehabilitasi bagi para PMI.

“Ini sangat bagus karena kita memberikan wadah yang tepat. Jadi kami sangat mendukung penuh rencana ini” kata Debora di Kupang usai menghadiri acara deklarasi cegah PMI Ilegal dan TPPO di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu 6 Agustus 2025.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PSI, mengatakan bahwa kehadiran Migran Center sebagai bentuk kehadiran negara yang konkret dalam mencegah PMI ilegal dan TPPO di NTT.

“Ini juga berfungsi sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra Internasional,” ungkap Debora.

Anggota DPRD NTT dari Dapil Sumba berharap kehadiran Migran Center ini mampu menekan angka penempatan PMI nonprosedural yang selama ini menjadi masalah kronis di NTT.

Dirinya juga menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak, seperti LSM, serta serikat buruh migran, agar Migran Center tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berpihak pada hak dan kesejahteraan PMI.

Lebih dari itu, dirinya berharap pemerintah juga menyediakan fasilitas berupa Balai Latihan Kerja bagi calon pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri.

Balai Latihan Kerja ini dimaksudkan agar para calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri telah memenuhi kriteria dan kemampuan yang baik.

“Memang harus dari hulu kita harus memfasilitasi mereka. Jadi kami mendukung inisiasi ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Usulkan Ada Payung Hukum bagi ODGJ

22 April 2026 - 04:42 WIB

PSI Setujui Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda, Tekankan Transparansi dan Target Dividen 2026

9 April 2026 - 06:52 WIB

Setujui Perseroda, PDI Perjuangan Beri Catatan Kritis untuk Transformasi Bank NTT

9 April 2026 - 06:32 WIB

Banggar DPRD NTT Desak Skema Pendanaan PPPK Segera Diputuskan

1 April 2026 - 12:13 WIB

Isu Rasionalisasi PPPK Mengemuka dalam Reses DPRD NTT Bersama Warga

13 Maret 2026 - 11:27 WIB

Trending di Politik