Menu

Mode Gelap
Bangun Birokrasi Profesional, Sekretariat DPRD NTT Teken PK dan Pakta Integritas 2026 DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional Pemerintah Rote Ndao Libatkan Masyarakat Awasi Penyaluran BBM PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD  PB IKA PMII Resmi Tunjuk Dahrul dan Kaharudin Pimpin PW NTT Kepsek SMA Negeri 3 Kupang Bantah Tudingan Pungli dalam Proses Mutasi Siswa

Politik

Pemerintah Diminta Buka Jalur Alternatif Menuju Amfoang 

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD NTT, Junus Naisunis Perbesar

Anggota Komisi II DPRD NTT, Junus Naisunis

Kupang – Sebanyak tiga jembatan yang menghubungkan Fatuleu menuju Amfoang bagian timur dan Amfoang bagian bagian barat di Kabupaten Kupang lumpuh akibat longsor yang terjadi dua tahun lalu.

Ketiga jembatan tersebut adalah, jembatan Kapsali yang putus pada 24 Desember 2022, jembatan Termanu putus pada 6 Februari 2025 dan jembatan Noelbisnaen 6 Februari 2024.

Putusnya tiga jembatan ini mengakibatkan warga yang berada di Amfoang harus mengambil rute perjalanan melewati dua kabupaten yakni kabupaten TTU dan kabupaten TTS.

Selain harus melewati dua kabupaten, rute lainnya adalah melalui jalur laut. Jalur ini tidak bisa digunakan ketika memasuki bulan Januari – Maret karena cuaca buruk.

Menyikapi situasi ini, anggota DPRD NTT dari Dapil II (Kabupaten Kupang, Sabu Raijua dan Rote Ndao), pendeta Junus Naisunis meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera memperbaiki tiga jembatan tersebut.

Menurut Naisunis, kondisi ini sangat memprihatikan bagi warga Amfoang. Karena, selama dua tahun harus hidup dalam ketidakmampuan hanya karena akses jalan yang terbatas.

“Minta pemerintah untuk segera membuat jalan alternatif untuk tiga jembatan ini agar lalu lintas kendaraan bisa terbuka kembali,” katanya pada Rabu 14 Mei 2025.

Naisunis mengakui bahwa saat ini ada pengusaha lokal yang telah membuka jalan alternatif menggunakan alat berat. Perbaikan ini, katanya hanya bisa digunakan secara sementara bukan permanen.

“Sementara ini perbaikan sedang berlangsung dan kendaraan sudah bisa lewat,” terangnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera membuka jalur jalan alternatif yang mampu menuju Amfoang bagian barat dan Amfoang bagian timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD NTT Desak Pemerintah Tetapkan Kekeringan sebagai Bencana Nasional

9 Juni 2026 - 02:09 WIB

PSI Rote Ndao Siap Hadapi Verifikasi KPU dan Pemilu 2029, Target Pimpinan DPRD 

17 Mei 2026 - 16:29 WIB

DPRD NTT Usulkan Ada Payung Hukum bagi ODGJ

22 April 2026 - 04:42 WIB

PSI Setujui Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda, Tekankan Transparansi dan Target Dividen 2026

9 April 2026 - 06:52 WIB

Setujui Perseroda, PDI Perjuangan Beri Catatan Kritis untuk Transformasi Bank NTT

9 April 2026 - 06:32 WIB

Trending di Politik