Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akrab disapa Melky, memberikan apresiasi atas inovasi UPTD Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang melahirkan Buku Peta Satuan Pendidikan, Guru, dan Tenaga Kependidikan Tahun 2026.
Peluncuran buku tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (02/05/2026), di alun-alun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Kupang. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD NTT Emy Nomleni, unsur Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah NTT Rita Wuisan, pimpinan perangkat daerah, kepala sekolah SMA/SMK se-NTT, serta para guru dan tenaga kependidikan.

Gubernur Melky menilai kehadiran buku peta pendidikan ini sangat strategis karena menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.
“Data adalah fondasi utama dalam pengambilan kebijakan. Dengan buku ini, pemerintah memiliki gambaran yang jelas tentang kondisi riil satuan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan di seluruh wilayah NTT,” ujarnya.
Kepala UPTD Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Martina Hartina Bere, menjelaskan buku tersebut memuat data lengkap jumlah satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di 22 kabupaten/kota, termasuk distribusi guru berdasarkan mata pelajaran.
Menurut Martina, buku ini disusun berdasarkan data Dapodik per 3 April 2026. Tercatat, total satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di NTT mencapai 1.040 sekolah, dengan rincian 627 SMA, 364 SMK, dan 49 SLB.
Ia menegaskan, buku tersebut tidak hanya menyajikan data kuantitatif, tetapi juga peta sebaran guru dan tenaga kependidikan yang dapat menjadi acuan dalam pemerataan tenaga pendidik, terutama di wilayah 3T.
Gubernur Melky juga berpesan agar buku ini dilengkapi dengan catatan strategis, termasuk penguatan data pokok pendidikan yang perlu didukung melalui alokasi APBD. Selain itu, distribusi bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di daerah terpencil harus menjadi perhatian serius dalam mendorong digitalisasi pendidikan.
Ia meminta agar buku tersebut dicetak dalam jumlah yang memadai dan dibagikan kepada anggota DPRD NTT serta insan pendidikan di seluruh wilayah NTT agar menjadi rujukan bersama dalam pembangunan pendidikan ke depan.
Dengan hadirnya Buku Peta Satuan Pendidikan Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT diharapkan mampu merancang kebijakan pendidikan yang lebih terukur, merata, dan responsif terhadap kebutuhan daerah.













