Menu

Mode Gelap
Pemprov NTT Pastikan Praktik Baik Land4Lives Berlanjut HKTI Dorong Petani NTT Masuk Rantai Pasok MBG Fernando Soares: HKTI NTT Harus Bawa Solusi Kepala BGN Makan Bersama Siswa SDK Penfui Pimpin HKTI NTT, Fernando Soares Pastikan Petani NTT Naik Kelas KKBM Kupang Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Palue

Politik

DPRD NTT Desak Perbaikan Darurat Tanggul Pantai Papela yang Jebol

badge-check


					Mesjid di Desa Papela, Kabupaten Rote Ndao terendam air laut akibat tanggul jebol. Foto: Istimewa Perbesar

Mesjid di Desa Papela, Kabupaten Rote Ndao terendam air laut akibat tanggul jebol. Foto: Istimewa

Kupang – Gelombang tinggi yang menerjang beberapa waktu lalu telah menjebol tanggul penahan air laut yang selama ini melindungi permukiman dan tempat ibadah masyarakat Desa Papela Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Akibatnya, air laut mulai merangsek masuk ke kawasan desa. Sejumlah rumah warga terendam, bahkan masjid yang berdiri tidak jauh dari bibir pantai ikut terdampak.

Bagi warga Desa Papela, kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Masjid yang biasanya ramai oleh jamaah untuk salat lima waktu dan salat tarawih kini terancam tergenang air laut jika tanggul yang jebol tidak segera diperbaiki.

Anggota Komisi IV DPRD NTT dari daerah pemilihan Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sabu Raijua, Simson Polin, menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten Rote Ndao perlu segera mengambil langkah cepat agar kerusakan tanggul tidak semakin memperparah dampak bagi masyarakat pesisir.

“Harus segera ditindaklanjuti. Kalau tidak, maka masjid yang ada di Pantai Papela akan terus tergenang air laut,” ujar Simson kepada wartawan di Kupang, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan tanggul bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan aktivitas keagamaan masyarakat setempat.

Simson berharap pemerintah dapat memanfaatkan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) baik dari Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memperbaiki tanggul yang rusak.

Perbaikan tanggul, kata dia, menjadi langkah mendesak agar air laut tidak terus masuk ke permukiman warga dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman.

Bagi warga Papela, tanggul itu bukan sekadar tembok penahan ombak. Ia adalah pelindung rumah, tempat ibadah, dan kehidupan mereka di tepi laut. Kini mereka hanya berharap pemerintah segera hadir sebelum gelombang berikutnya datang membawa kerusakan yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laporan Etik Advokat Bildat Thonak Masuk Tahap Persidangan

11 September 2026 - 07:16 WIB

PSI Desak Pemprov Perpanjang Darurat di Daerah Terdampak

8 September 2026 - 11:54 WIB

DPRD NTT Perjuangkan Pelepasan Status Hutan Produksi Manulai I

7 Agustus 2026 - 06:53 WIB

DPRD NTT Soroti Pengalihan Anggaran Jalan Ba’a–Batutua

23 Juli 2026 - 09:13 WIB

Reses DPRD NTT Jadi Ruang Curhat Warga Manulai II

28 Juni 2026 - 09:29 WIB

Trending di Politik